
Producers:
TV Tokyo, Shochiku, Nihon Ad Systems, Shueisha
Awas! bisa jadi spoiler
Sebuah ajang tenis eksklusif di atas kapal mewah mengundang perhatian tim Seigaku. Mereka terjebak dalam skema licik seorang miliarder yang ingin mengadakan pertunjukan tenis bawah tanah penuh taruhan berbahaya, memaksa para pemain untuk bertahan hidup di lapangan.
Muncul sosok misterius bernama Ryoma Echizen yang terlibat dalam dinamika intens bersama para petenis hebat lainnya. Kehadiran sosok ini memicu ketegangan di antara para anggota tim yang tidak menyangka bakal menghadapi tantangan sebesar ini di tengah laut.
Di sisi lain, Ryoga Echizen muncul sebagai tokoh kunci yang memiliki kaitan masa lalu cukup rumit dengan sang tokoh utama. Pertemuan mereka tidak sekadar ajang adu bakat biasa, melainkan sebuah konfrontasi emosional yang menguji jati diri masing-masing petenis.
Kunimitsu Tezuka berusaha memimpin timnya melewati jebakan licik demi menjaga sportivitas di tengah lingkungan yang korup. Ia harus berjuang keras menahan provokasi para lawan yang menggunakan taktik kotor demi memenangkan pertandingan demi keuntungan pribadi.
Ketegangan memuncak saat rahasia di balik turnamen ini mulai terkuak, menuntut para pemain menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kehormatan dan harga diri menjadi taruhan utama dalam pertandingan yang akan menentukan masa depan karier mereka di dunia tenis profesional.
Kenalan sama Shuusuke Fuji, si jenius dari Seigaku. Dikenal dengan julukan 'Si Jenius', gaya mainnya yang tenang sering bikin lawan kewalahan di lapangan tenis.
VA: Yuki Kaida
Sadaharu Inui adalah otak di balik tim Seigaku yang hobi mengumpulkan data. Dikenal dengan minuman 'Inui Juice'-nya yang legendaris dan mematikan bagi siapa saja.
VA: Kenjirou Tsuda
Si "Viper" dari Seigaku yang pantang menyerah. Dikenal dengan stamina gila dan pukulan melengkung mematikan, Kaidou jadi pilar penting tim tenis sekolahnya.
VA: Kouhei Kiyasu
Sosok lembut di balik raket yang garang. Takashi Kawamura adalah pilar kekuatan Seigaku yang selalu tampil maksimal saat memegang raket di turnamen nasional.
VA: Naru Kawamoto