
Awas! bisa jadi spoiler
Mengusung genre fantasi surealis yang mendalam, kisah ini membawa penonton ke masa Perang Pasifik yang mencekam. Di tengah kehancuran, seorang remaja harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ibunya dan pindah ke pedesaan demi memulai babak hidup baru.
Mahito Maki adalah pemuda penyendiri yang masih berjuang mengatasi duka mendalam. Kehadiran ibu tiri baru di rumah megah itu justru memperumit batinnya, memicu konflik emosional yang terpendam di balik sikap dingin dan keheningan yang ia simpan.
Kedamaian terusik saat seekor Heron misterius yang bisa berbicara muncul dan mulai meneror pikirannya. Makhluk ini tidak sekadar pengganggu, melainkan pintu gerbang menuju realitas alternatif yang aneh, menantang logika dan kewarasan sang remaja.
Terjebak dalam dunia magis di mana hidup dan mati bercampur aduk, ia dipaksa menelusuri rahasia keluarga yang tertutup rapat. Keberaniannya diuji saat ia berusaha mencari jawaban atas keberadaan sosok ibu yang selalu ia rindukan di dimensi lain.
Perjalanan fantastis ini bukan sekadar petualangan pelarian, melainkan cermin refleksi diri yang tajam. Sang protagonis harus memilih jalan hidupnya sendiri di tengah dunia yang mulai runtuh, seraya merenungkan makna keberadaan dan tanggung jawab moral.
Heron Man adalah sosok misterius berbentuk manusia burung yang menjadi pemandu sekaligus pengganggu bagi Mahito dalam perjalanannya di dunia bawah yang penuh teka-teki.
VA: Masaki Suda
Mahito Maki adalah anak laki-laki yang harus menghadapi duka mendalam setelah kematian ibunya, membawanya ke petualangan magis di dunia lain untuk mencari jati dirinya.
VA: Souma Santoki