
Awas! bisa jadi spoiler
Dunia musik klasik yang tenang perlahan memudar bagi seorang pianis jenius yang kehilangan ritme hidupnya. Terjebak dalam kebisuan traumatis, ia menjalani hari-hari monokrom tanpa gairah, terjebak dalam memori masa lalu yang pahit dan rasa bersalah yang mendalam.
Pertemuan tak terduga dengan Kaori Miyazono, seorang pemain biola berjiwa bebas, mengubah segalanya. Dengan kepribadiannya yang meledak-ledak dan warna-warni, gadis ini memaksa sang pianis kembali ke atas panggung untuk menghadapi ketakutan terbesarnya.
Kousei Arima merasa dunianya kembali bergetar saat jemarinya mulai menyentuh tuts piano lagi. Hubungan mereka yang penuh gesekan emosional menjadi jembatan bagi Kousei untuk memahami bahwa musik bukan sekadar notasi kaku, melainkan luapan perasaan yang tulus.
Di sisi lain, Tsubaki Sawabe harus menyaksikan sahabat masa kecilnya perlahan menjauh dari dunianya sendiri. Ia berjuang menghadapi gejolak rasa cemburu dan keraguan saat melihat sosok baru yang begitu dominan memengaruhi hidup sang pianis yang ia sayangi.
Drama emosional ini mengeksplorasi perjuangan mencari jati diri melalui nada-nada yang jujur. Apakah mereka mampu menyatukan melodi yang terpecah sebelum waktu habis? Sebuah kisah tentang keberanian menghadapi luka lama dan indahnya kejujuran di musim semi.
Takeshi Aiza adalah rival abadi Kousei Arima yang sangat terobsesi untuk mengalahkannya di atas panggung piano dengan gaya bermain yang penuh emosi dan kekuatan.
VA: Yuuki Kaji
Seorang pianis jenius yang kehilangan kemampuan mendengar dentuman pianonya sendiri, lalu bangkit kembali berkat kehadiran seorang gadis pemain biola yang ceria.
VA: Natsuki Hanae
Emi Igawa adalah pianis penuh emosi yang terobsesi dengan Kosei Arima. Baginya, musik adalah cara untuk menyampaikan perasaan jujur yang sulit diucapkan lewat kata-kata.
VA: Saori Hayami