
Awas! bisa jadi spoiler
Dunia telah ditinggalkan Tuhan pada hari Minggu, membuat kematian menjadi hal mustahil bagi manusia. Orang yang mati tidak bisa beristirahat dengan tenang, sehingga mereka terus berjalan layaknya zombie. Di tengah kekacauan ini, sebuah misi pencarian jati diri yang emosional menjadi fokus utama dalam petualangan mencekam.
Seorang gadis muda bernama Ai Astin, yang merupakan seorang penjaga makam, harus menghadapi realita kejam saat ia bertemu dengan orang-orang dari masa lalunya. Pertemuan ini mengungkap rahasia kelam tentang identitasnya serta beban emosional yang selama ini ia pikul sendirian di dunia yang sudah kehilangan harapan.
Bersama dengan sosok misterius bernama Humpty Hambart, mereka menelusuri jejak kenangan yang terkubur dalam kabut ingatan. Dinamika hubungan antara keduanya menjadi kunci, saat mereka saling beradu argumen tentang nilai kehidupan dan arti sesungguhnya dari kematian di dunia tanpa Tuhan yang sedang sekarat ini.
Konflik batin terus menguji keteguhan hati mereka saat bayang-bayang masa lalu mulai menghantui setiap langkah. Ketegangan meningkat ketika mereka menyadari bahwa setiap memori yang pulih membawa konsekuensi pahit, memaksa mereka membuat pilihan sulit di antara kebenaran yang menyakitkan atau kebohongan manis.
Tema eksistensial tentang kehilangan dan kedewasaan menjadi pusat penceritaan yang menyentuh jiwa. Mampukah mereka mendamaikan hati dengan kenyataan pahit, atau justru tersesat selamanya dalam labirin kenangan yang menyiksa? Perjalanan menuju jawaban akhir baru saja dimulai dengan penuh duka.