Situasi bumi kian memanas saat invasi pasukan Altana mengancam eksistensi manusia. Pertarungan skala epik pecah di seluruh penjuru kota, menuntut kerja sama tak terduga demi menghentikan kehancuran total. Komedi satir berubah menjadi medan laga penuh emosi yang mencekam.
Gintoki Sakata kini memikul beban berat untuk melindungi rekan-rekannya dari ancaman musuh yang tak terduga. Bersama Shinpachi dan Kagura, ikatan persahabatan mereka diuji saat masa lalu kelam kembali menghantui setiap langkah perjuangan mereka.
Takasugi Shinsuke dan Katsura Kotaro muncul dengan agenda rahasia yang mengguncang stabilitas faksi. Rivalitas panjang yang penuh dendam berubah menjadi aliansi rapuh, di mana prinsip serta loyalitas dipertaruhkan demi menyelamatkan nasib masa depan mereka.
Kagura yang kini berjuang dengan jati dirinya harus menghadapi realita pahit bersama Kamui. Dinamika persaudaraan yang rumit ini menambah lapisan emosional mendalam, mempertegas bahwa di tengah kekacauan, ikatan darah tetap menjadi taruhan paling berharga.
Ketegangan memuncak saat konspirasi besar dibalik perang suci terungkap ke permukaan. Gintoki Sakata harus berhadapan dengan musuh utama yang mengincar jiwanya. Perang ini bukan sekadar senjata, melainkan manifestasi dari tekad baja setiap karakter demi kebebasan.
Kenalin sang tokoh utama kita, seorang cowok super ansos dan pencinta buku yang hidupnya bener-bener datar nan membosankan. Dia gak punya ketertarikan sama sekali buat berinteraksi sama orang lain, dan dia juga yakin banget kalau kagak bakal ada satu orang pun di dunia ini yang peduli sama dia. Tapi, hidup garingnya itu mendadak berubah total pas dia gak sengaja nemu sebuah buku catatan harian tulisan tangan berjudul "Living with Dying" (Hidup Bersama Kematian) yang tergeletak di rumah sakit.
Ternyata, buku itu adalah diari rahasia milik Sakura Yamauchi, cewek paling populer dan ceria di kelasnya. Sakura pun akhirnya blak-blakan ngaku ke si cowok kalau dia lagi mengidap penyakit pankreas parah dan umurnya udah gak lama lagi. Rahasia vonis mati ini bener-bener dijaga ketat, sampai-sampai sahabat deket Sakura pun gak ada yang tahu selain keluarganya sendiri. Anehnya, pas denger berita se-sedih itu, si cowok ansos ini malah masang tampang lempeng dan gak nunjukin rasa simpati sedikit pun.
Meskipun direspon dingin, Sakura yang dasarnya emang berkepribadian ajaib dan kelewat ceria malah makin gencar buat nempel dan ngajakin si cowok jalan-jalan. Mau gak mau, si cowok akhirnya pasrah dan setuju buat nemenin hari-hari terakhir Sakura di dunia. Dari setiap keputusan random yang mereka ambil tiap harinya, sirkel pertemanan dua kutub yang bertolak belakang ini pelan-pelan makin kuat. Sifat Sakura yang gak bisa ditebak sukses ngacak-ngacak hidup datar si cowok, sekaligus pelan-pelan ngebuka hatinya buat memahami apa arti sesungguhnya dari kata "hidup". Siap-siap banjir air mata!