Easygoing Territory Defense by the Optimistic Lord: Production Magic Turns a Nameless Village into the Strongest Fortified City
12 Episode 3
Sinopsis
Van, anak keempat dari keluarga bangsawan terpandang, baru umur dua tahun pas mendadak ingat kalau di kehidupan sebelumnya dia adalah seorang salaryman (pegawai kantoran) di Jepang. Berbekal otak orang dewasa di dalam tubuh balita, dia langsung dianggap sebagai anak jenius.
Tapi, status anak ajaib itu langsung runtuh pas dia umur delapan tahun dan kedapatan cuma punya keahlian Production Magic alias sihir produksi/kerajinan. Di keluarganya yang sangat mendewakan sihir petarung buat perang, kemampuan bikin-bikin barang kayak gitu dianggap sampah dan nggak berguna.
Alhasil, Van langsung dibuang dan diasingkan buat memimpin sebuah desa kecil bin terpencil di ujung negeri sebagai bentuk hukuman yang memalukan. Cuma ditemani sama pelayan setianya, memori kehidupan masa lalu, dan sihir yang dianggap "nggak guna" itu, perjuangan Van pun dimulai. Bisakah dia ngubah nasib desa terpencil itu—sekaligus membuktikan kekuatannya sendiri—menjadi wilayah yang maju dan makmur?
Kenjaku, dalang di balik sosok Noritoshi Kamo dan Suguru Getou, resmi memulai babak baru dari rencana seribu tahunnya buat maksa manusia berevolusi sekaligus memusnahkan mereka yang nggak punya bakat sihir. Karena Satoru Gojo sukses disegel akibat insiden berdarah di Shibuya, para petinggi dunia jujutsu langsung mengambil kesempatan buat ngaktifin lagi hukuman mati buat Yuji Itadori. Di sisi lain, Yuji yang nggak tahu apa-apa lagi sibuk patroli bareng Choso di jalanan Tokyo yang udah kayak kota mati demi ngebabat habis semua kutukan yang lewat.
Sementara itu, konflik internal keluarga penyihir makin panas. Naoya Zenin yang sombongnya selangit langsung mencak-mencak pas tahu kalau Megumi Fushiguro yang malah kepilih jadi kepala klan Zenin berikutnya. Demi memancing Megumi keluar buat dihabisi, Naoya mutusin buat ngejar Yuji. Sialnya buat Yuji, Yuta Okkotsu yang baru balik dari luar negeri ternyata juga udah diutus dan bergerak buat jadi algojo yang bakal mengeksekusi dirinya.
Di tengah situasi yang makin semrawut ini, Kenjaku resmi memulai "Culling Game"—sebuah kompetisi battle royale sadis di seluruh penjuru Jepang yang maksa para penyihir jujutsu buat saling bunuh demi poin. Nggak ada pilihan lain, para penyihir muda pun terpaksa ikutan terjun ke medan perang demi menyelesaikan dendam lama, nyari cara buat ngebebasin Gojo, dan menyelamatkan dunia jujutsu dari kehancuran!