Hole adalah kota kumuh penuh limbah sihir di mana manusia menjadi kelinci percobaan bagi para penyihir kejam. Dunia yang brutal ini dipenuhi kabut beracun dan kekerasan tanpa henti, menciptakan atmosfer kelam namun penuh dengan komedi gelap yang unik.
Seorang pria bernama Caiman terbangun dengan kepala reptil dan kehilangan ingatan. Ditemani sahabatnya, Nikaido, ia berburu para penyihir di Hole dengan harapan menemukan sosok di balik kutukannya yang memaksa pria lain hidup di dalam mulutnya.
Di sisi lain, keluarga En memimpin dunia sihir dengan tangan besi, selalu memburu siapapun yang mengacaukan ketenangan mereka. Konflik antar dimensi ini memicu perang dingin yang penuh darah, dendam pribadi, dan rahasia kelam yang mulai terkuak.
Shin dan Noi, para eksekutor kejam dari kubu penyihir, terus terlibat dalam pertarungan brutal melawan Caiman. Hubungan mereka yang tak terduga menciptakan dinamika rumit di tengah kekacauan, di mana kawan dan lawan bisa berubah dalam sekejap.
Pencarian jati diri Caiman mengungkap tabir masa lalu yang jauh lebih kelam daripada sekadar kutukan wajah kadal. Di balik kekacauan Hole, kebenaran tentang identitas asli dan alasan di balik eksperimen sihir mulai mengancam tatanan kedua dunia tersebut.
Intensitas olahraga voli kembali memuncak saat tim SMA Karasuno bersiap menantang tingkat nasional. Setelah perjuangan panjang, ambisi membawa mereka ke panggung terbesar untuk membuktikan bahwa gagak yang sempat terbang rendah kini siap untuk kembali menguasai angkasa.
Hinata Shoyo terus mengasah kemampuan fisiknya secara nekat demi mencuri perhatian di kamp pelatihan intensif. Meski terpisah dari rekan setimnya, ia belajar bahwa menjadi senjata utama bukan hanya soal melompat tinggi, melainkan memahami taktik permainan.
Sementara itu, Kageyama Tobio mendapat panggilan untuk mengikuti pelatihan khusus bagi pemain muda berbakat. Sang setter jenius ini harus beradaptasi dengan rekan baru yang punya ego besar, menantang egonya sendiri demi berkembang menjadi pengatur serangan sejati.
Tsukishima Kei memainkan peran krusial sebagai otak di balik pertahanan Karasuno. Dingin dan analitis, ia menjadi penyeimbang emosi di lapangan, memastikan setiap gerakan lawan terbaca dengan akurat sebelum serangan balik mematikan dilancarkan timnya.
Persaingan semakin ketat saat musuh-musuh tangguh dari seluruh negeri menanti di turnamen nasional. Kini, impian besar mereka diuji melalui kerja sama tim, kepercayaan, dan tekad baja untuk melampaui batas diri sendiri dalam pertandingan yang penuh keringat.