Fate/Grand Order: Absolute Demonic Front - Babylonia
21 Episode 2
Sinopsis
Dunia berada di ambang kepunahan total saat umat manusia terancam oleh kehancuran sejarah. Demi menghentikan malapetaka ini, sebuah organisasi khusus mengirim agen mereka ke masa lalu untuk memperbaiki anomali yang mengancam keberlangsungan hidup seluruh umat.
Fujimaru Ritsuka tiba di era Babylonia kuno bersama rekan setianya, Mash Kyrielight. Mereka menemukan sebuah dunia yang dipimpin oleh raja bijaksana Gilgamesh, yang berjuang mati-matian melindungi kota terakhir dari serangan monster kejam.
Hubungan antara manusia dan para dewa di sini sangatlah tegang dan penuh kecurigaan. Ritsuka harus menjalin aliansi dengan sosok kuat seperti Ishtar dan Ana, meski kepercayaan bukanlah hal yang mudah didapatkan di tengah ancaman kehancuran.
Konflik memanas saat aliansi tiga dewi misterius mulai melancarkan serangan brutal. Ritsuka dan kawan-kawan terjebak dalam pusaran takdir yang memaksa mereka untuk terus tumbuh lebih kuat demi melindungi rakyat Babylonia dari kemurkaan para dewa yang mengamuk.
Ketegangan memuncak saat batas antara kawan dan lawan semakin kabur, menuntut keberanian luar biasa dari sang protagonis. Mampukah mereka membalikkan keadaan sebelum semuanya berakhir menjadi debu? Pertempuran epik demi mempertahankan masa depan baru saja dimulai.
Dunia fantasi abad pertengahan yang kejam menanti seorang kutu buku yang tiba-tiba bereinkarnasi. Hidup di tubuh gadis kecil yang lemah membuat akses terhadap literatur menjadi kemewahan langka yang nyaris mustahil digapai di era kelangkaan kertas ini.
Sosok Myne adalah gadis cerdas yang terobsesi dengan buku namun terjebak dalam kemiskinan. Kondisi fisik yang rapuh justru memicu tekad baja dirinya untuk merombak tatanan sosial demi memuaskan dahaga intelektual yang tak pernah bisa padam itu.
Demi mewujudkan mimpinya, ia menjalin hubungan dengan Lutz, seorang teman masa kecil yang setia membantu proses pembuatan kertas. Persahabatan mereka diuji saat ambisi besar gadis ini mulai berbenturan dengan kenyataan pahit kehidupan rakyat jelata.
Konflik memuncak ketika Ferdinand, seorang bangsawan berpengaruh, mulai mencium potensi bahaya di balik ide-ide revolusioner gadis kecil tersebut. Pertemuan mereka menciptakan dinamika rumit antara rasa curiga, tuntutan politik, hingga sebuah ikatan mentor.
Perjuangan menjadi pustakawan di dunia yang tak mengenal literasi menuntut pengorbanan besar. Dengan segala rintangan yang ada, ia terus melangkah meski harus mempertaruhkan nyawanya sendiri, demi sebuah buku yang menjadi tujuan utama hidupnya yang baru ini.