Setelah pertempuran sengit di Rakuyou, masa lalu yang tersembunyi dan tujuan asli dari pemimpin Naraku yang abadi, Utsuro, akhirnya terbongkar. Dengan mengacaukan cadangan Altana di berbagai planet, Utsuro berhasil memancing musuh terbesar Tendoshuu untuk turun tangan: Pasukan Pembebasan Altana. Karena Bumi jadi medan perang utama di konflik antargalaksi ini, rencana besar Utsuro untuk menghancurkan planet itu—sekaligus dirinya sendiri—hampir tuntas sepenuhnya.
Serangan di Terminal Pusat O-Edo menandai dimulainya pertempuran terakhir buat merebut kembali tanah para samurai. Yorozuya nggak kelihatan batang hidungnya, pemerintahan bakufu hampir hancur lebur, dan Shogun juga menghilang, bikin warga benar-benar nggak berdaya saat Pasukan Pembebasan mulai menjarah Edo dengan dalih membebaskan mereka dari kekuasaan Tendoshuu.
Terjepit di antara dua kekuatan besar yang sama-sama mengerikan, mungkinkah Gintoki, Kagura, Shinpachi, dan mantan murid-murid Shouyou Yoshida mengesampingkan ego mereka dan menyatukan semua sekutu demi melindungi apa yang mereka sayangi?
Kehidupan sekolah yang damai berubah drastis setelah kecelakaan tragis menimpa orang tua Ryuichi Kashima. Kini, ia harus menjadi pelindung tunggal bagi adiknya yang masih balita, Kotaro Kashima, sembari berjuang menata hidup di tengah duka mendalam yang belum usai.
Takdir membawa mereka ke akademi elit yang dipimpin oleh seorang nenek tegas bernama Yoko Morinomiya. Sebagai syarat tinggal, Ryuichi wajib bergabung dengan klub pengasuh bayi di sekolah, sebuah peran tak terduga yang menguji kesabaran dan sisi lembut dirinya.
Di sana, Ryuichi bertemu dengan Hayato Kamitani, seorang siswa yang punya watak keras dan cuek. Meski sering berselisih paham, mereka berdua harus bahu-membahu menjaga sekumpulan balita menggemaskan yang selalu saja membuat keributan di ruang klub tersebut.
Tantangan sebenarnya muncul saat Ryuichi harus menyeimbangkan tumpukan tugas akademik dengan kebutuhan emosional para balita. Kehadiran sosok ceria seperti Taka Kamitani hingga si kembar Takuma Mamizuka menambah warna sekaligus kekacauan di hari-harinya.
Drama ini menggali makna keluarga dan tanggung jawab yang tumbuh di luar ekspektasi remaja. Melalui tawa dan tangis, mereka belajar bahwa kasih sayang sejati justru ditemukan di saat-saat paling sulit, mengubah beban berat menjadi ikatan yang sangat indah.
Dunia khayalan dan kenyataan kembali bertabrakan dalam petualangan komedi romantis yang penuh warna. Kehidupan damai para remaja ini terusik ketika ancaman perpisahan mulai membayangi hubungan mereka yang unik, memaksa mereka segera mengambil keputusan besar.
Rikka Takanashi kini berada di ambang ujian masuk universitas yang menentukan masa depannya. Namun, sikap kekanak-kanakannya yang khas justru membuat sang kakak merasa khawatir dan berencana membawanya pindah jauh ke Italia demi masa depan lebih cerah.
Melihat kondisi tersebut, Yuta Togashi tidak tinggal diam. Ia merasa dunianya akan runtuh jika harus berpisah dari kekasih tercintanya. Keduanya memutuskan untuk melarikan diri dan memulai perjalanan nekat melintasi Jepang sebagai pasangan pelarian cinta.
Selama perjalanan, mereka ditemani oleh Shinka Nibutani dan Kumin Tsuyuri yang ikut terseret dalam kekacauan. Mereka harus menghadapi berbagai rintangan konyol serta konflik batin tentang kedewasaan sambil mempertahankan imajinasi liar mereka.
Dapatkah cinta mereka bertahan di tengah tekanan realita yang semakin mendesak? Perjalanan ini bukan hanya soal melarikan diri, tetapi tentang keberanian untuk tetap setia pada jati diri meski dunia menuntut perubahan yang sulit untuk mereka terima.