Dunia komedi absurd kembali hadir melalui serangkaian cerita pendek yang mengocok perut. Tanpa beban tugas sekolah yang berat, para remaja ini mengisi waktu mereka dengan aksi konyol, fantasi liar, hingga eksperimen sosial yang sangat tidak berfaedah.
Trio sahabat karib, yakni Tadakuni yang polos, Hidenori dengan ide-ide gilanya, serta Yoshitake yang selalu antusias, kembali terlibat dalam situasi canggung. Mereka mencoba menaklukkan masa muda dengan segala kebodohan.
Interaksi mereka dengan siswi sekolah sebelah sering memicu kesalahpahaman yang kocak. Ketegangan muncul saat mereka berusaha bersikap keren, namun justru berakhir menjadi bahan tertawaan karena kepribadian mereka yang aneh dan sangat sulit ditebak.
Hubungan persahabatan mereka diuji oleh tantangan konyol yang menuntut keberanian konyol pula. Konflik kecil seperti memperebutkan posisi pemimpin atau mencoba eksperimen aneh membuat suasana menjadi makin ricuh, panas, sekaligus sangat menghibur bagi penonton.
Kisah ini menjadi refleksi nyata betapa pentingnya tawa di tengah masa remaja yang penuh tekanan. Menonton aksi mereka adalah perjalanan nostalgia tentang kekonyolan masa sekolah yang tak terlupakan, di mana hal sepele berubah menjadi kekacauan total.
Musim kedua ini kembali membawa kita pada keseharian yang hangat namun penuh warna di bangku sekolah. Kisah irisan kehidupan yang menenangkan ini terus mengeksplorasi ikatan persahabatan lima remaja laki-laki, saat mereka mulai menyadari perubahan kecil masa remaja.
Pemimpin kelompok yang tenang, Shun, mencoba menyeimbangkan perasaannya. Sementara itu, Kaname yang serius harus menghadapi tingkah kawan-kawannya yang kadang di luar nalar, menguji kesabarannya dalam menjaga keharmonisan grup pertemanan mereka.
Si kembar Yuta dan Yuki membawa dinamika unik dengan kepribadian yang bertolak belakang. Mereka harus mulai memikirkan masa depan yang perlahan datang, sembari menjaga kedekatan emosional sebagai saudara yang selalu berbagi banyak hal bersama.
Ada pula sosok ceria Chizuru yang selalu mencairkan suasana dengan energi positifnya. Kehadirannya menjadi bumbu penyemangat di tengah dinamika persahabatan mereka yang makin mendalam, meski terkadang perbedaan pendapat mulai muncul di antara mereka berlima.
Menghadapi masa transisi menuju kedewasaan, mereka belajar tentang arti kesetiaan dan kejujuran. Konflik batin dan perasaan yang mulai tumbuh menjadi tantangan nyata, memaksa mereka untuk lebih memahami diri sendiri serta menjaga ikatan yang telah terjalin lama.
Dunia eksplorasi ruang angkasa terasa begitu jauh, namun bagi dua saudara, bintang adalah target nyata. Menggabungkan elemen drama dan komedi, kisah ini membawa penonton pada perjalanan emosional mengejar mimpi masa kecil yang sempat terkubur oleh realitas.
Mutta Nanba kehilangan semangat setelah dipecat dari pekerjaannya, terjebak dalam kehidupan monoton. Namun, sebuah surat dari JAXA memicu memori lama. Ia kini harus berhadapan dengan kegagalan masa lalu yang menghantuinya selama bertahun-tahun lamanya.
Di sisi lain, adiknya yang jenius, Hibito Nanba, sudah melangkah jauh menjadi astronot profesional. Kesenjangan pencapaian di antara mereka menciptakan dinamika rumit, di mana rasa bangga beradu dengan rasa iri yang terpendam dalam lubuk hati mereka.
Ketika Mutta memutuskan untuk mengikuti jejak sang adik, ia harus menghadapi tes seleksi yang sangat ketat dan kompetitif. Ia berjuang membuktikan bahwa usia hanyalah angka dan tekad yang kuat mampu melampaui kemampuan fisik yang lebih muda dari dirinya.
Menghadapi tekanan mental yang hebat, mereka berdua berusaha meraih cakrawala. Tema tentang kegigihan, ikatan persaudaraan yang tak tergoyahkan, dan keberanian untuk bermimpi besar menjadi inti perjalanan mereka menuju hamparan luas di luar angkasa sana.