Edo kini dilanda kekacauan saat para samurai harus menatap cermin diri atas segala kekonyolan masa lalu. Genre komedi aksi ini membawa penonton ke sesi refleksi mendalam yang penuh dengan tawa pahit, satir tajam, dan absurditas khas yang tak pernah gagal.
Sang protagonis berambut perak, Gintoki Sakata, terpaksa berhadapan dengan dosa-dosa masa lalunya yang memalukan. Ditemani oleh Shinpachi Shimura yang selalu mengeluh, ia mencoba mencari makna di balik segala kekacauan yang mereka ciptakan sendiri.
Di sisi lain, Kagura hadir sebagai pemecah suasana yang semakin memperkeruh keadaan dengan tingkahnya yang tak terduga. Ikatan mereka di Yorozuya diuji saat bayang-bayang kegagalan masa lalu datang menuntut pertanggungjawaban dengan cara yang amat lucu.
Muncul pula Hijikata Toushiro yang mencoba menegakkan ketertiban di tengah anarki mental para karakter, meski ia sendiri kewalahan dengan egonya. Konflik batin ini menjadi panggung utama bagi mereka untuk saling berdebat tentang jati diri seorang samurai.
Puncak kegilaan terjadi ketika mereka harus menuntaskan evaluasi diri demi menyelamatkan masa depan Edo. Tema persahabatan dan keberanian untuk mengakui kebodohan menjadi inti emosional yang menyentuh, dibalut dengan kekonyolan tanpa henti yang sangat ikonik.