Dunia bajak laut yang luas kini terasa sangat nyata melalui sudut pandang warga sipil yang terjebak dalam pusaran kekacauan. Di tengah ketegangan pasca-perang besar, harapan dan kekaguman terhadap sosok pahlawan legendaris menjadi pelita bagi mereka yang kehilangan arah.
Seorang gadis kecil bernama Non menyimpan kerinduan mendalam untuk mengirimkan pesan tulus kepada idolanya, Nami. Keinginan sederhana ini membawanya menempuh perjalanan berbahaya yang menguji keberaniannya di tengah dunia bajak laut yang kejam.
Hubungan batin antara Non dan sosok pahlawannya menjadi pendorong utama konflik emosional. Ia harus berhadapan dengan ketakutan pribadi serta kenyataan pahit dunia yang sering kali jauh dari bayangan indah yang selama ini ia bangun di dalam pikirannya sendiri.
Dalam perjalanannya, Non bertemu dengan berbagai individu yang memiliki pandangan berbeda tentang Bajak Laut Topi Jerami. Perbedaan opini ini menciptakan gesekan batin yang mendalam, memaksa sang gadis mempertanyakan kembali makna sejati dari sebuah keberanian.
Ketegangan memuncak saat ia berusaha menyampaikan surat itu di tengah ancaman yang tak terduga. Tema tentang kekuatan harapan, pengaruh figur inspiratif bagi rakyat kecil, dan keberanian untuk bermimpi menjadi inti cerita yang menyentuh hati para penonton.