Dunia berada di ambang kehancuran total saat Rumble memulai langkah kaki raksasanya. Film ini menyajikan konklusi epik penuh aksi gelap dan intrik politik yang mencekam, di mana garis antara pahlawan dan musuh kian kabur dalam pertarungan hidup dan mati.
Eren Yeager kini berubah menjadi sosok yang sulit dipahami, memikul beban berat demi masa depan bangsanya. Di sisi lain, Mikasa Ackerman harus bergulat dengan perasaan batinnya yang mendalam saat ia terpaksa melawan pria yang paling ia cintai.
Armin Arlert berjuang dengan kecerdasannya untuk mencari jalan keluar damai di tengah kekacauan dunia. Sahabat masa kecil ini kini terpisah oleh ideologi ekstrem, membuat ikatan persahabatan mereka diuji oleh takdir yang kejam dan pilihan moral yang sulit.
Sementara itu, Levi Ackerman memimpin sisa-sisa pasukan dengan tekad baja, meski tubuhnya penuh luka demi memenuhi janji masa lalu. Kehadiran Reiner Braun juga menambah ketegangan saat ia berusaha menebus dosa-dosanya melalui aksi nekat yang menantang maut.
Ketegangan mencapai puncaknya saat semua pihak harus menghadapi kenyataan pahit tentang kebebasan dan pengorbanan. Inilah babak terakhir yang menentukan nasib umat manusia, tempat di mana setiap pilihan akan mengubah sejarah dunia selamanya dalam badai kehancuran.
Demi mengembalikan harapan umat manusia yang makin menipis, Pasukan Survey (Survey Corps) memulai misi besar buat merebut kembali Dinding Maria. Pertempuran sengit melawan para Titan pun bakal terjadi lagi di sini. Pas Eren Yeager dan pasukannya balik ke Distrik Shiganshina—yang dulunya adalah rumah masa kecil Eren—mereka ngerasa aneh karena kota itu bener-bener sepi, kayak nggak ada satu pun Titan yang berkeliaran.
Anehnya lagi, bahkan setelah gerbang luar berhasil ditutup pakai kekuatan pengerasan Eren, mereka sama sekali nggak dapet perlawanan dari musuh. Misi awalnya berjalan kelewat mulus, sampai akhirnya Armin Arlert yang curiga setengah mati sama situasi ini, nemu petunjuk-petunjuk mencurigakan kalau mereka sebenernya lagi dijebak dalam sebuah rencana jebakan yang super licik.
Di sinilah Eren bersumpah buat merebut kembali semua hal yang pernah direnggut dari hidupnya. Bersama Pasukan Penyelidik yang harus mengorbankan banyak banget nyawa rekan mereka, mereka harus bertarung habis-habisan demi meraih kemenangan sekaligus ngebongkar rahasia besar yang selama ini terkunci di dalam ruang bawah tanah keluarga Eren!
Attack on Titan: Final Season - The Final Chapters
2 Episode 1
Sinopsis
Gara-gara aksi Rumbling Eren Yeager yang mau meratakan dunia, teman-teman lama dan mantan musuhnya terpaksa harus nurunin ego buat bikin aliansi darurat. Armin, Mikasa, dan sisa-sisa anggota Pasukan Penyelidik akhirnya mutusin buat kerja sama bareng Reiner Braun serta sisa militer Marley yang masih hidup. Meski modal pasukan seadanya, aliansi gabungan ini nekat berangkat demi menghentikan genosida ekstrem si Eren, sambil tetep berharap—kalau bisa—buat nyelametin sahabat masa kecil mereka itu.
Di sisi lain, Eren yang terus maju nembus apa aja sebenernya lagi perang batin sama dirinya sendiri. Walaupun ngerasa nyesel dan bersalah setengah mati karena udah ngebantai jutaan orang gak berdosa, Eren tetep percaya kalau jalan horor ini adalah satu-satunya cara buat ngelindungin teman-temannya, dan dalam skala lebih gede, demi menyelamatkan seluruh bangsa Paradis dari kepunahan.
Sekarang, kedua kubu yang dulunya satu sirkel ini bergerak menuju bentrokan final yang bakal nentuin nasib umat manusia. Biarpun harus ngadepin ribuan Titan kuno yang kekuatannya gak ngotak, Mikasa, Armin, dan aliansinya tetep pasang badan di garis depan demi menghentikan kiamat buatan Eren!
Dunia berubah drastis saat kebenaran di balik tembok terungkap. Kini, konflik epik bergeser dari sekadar bertahan hidup melawan raksasa menjadi perang politik serta militer yang kejam. Ketegangan global meningkat pesat seiring nasib seluruh umat manusia.
Eren Yeager kini tampil jauh lebih dewasa namun tertutup dan penuh misteri. Transformasi kepribadiannya membuat Mikasa Ackerman dan Armin Arlert merasa asing, menciptakan keretakan emosional mendalam di antara sahabat masa kecil ini.
Di sisi lain laut, Reiner Braun harus menghadapi trauma masa lalunya sebagai pejuang Marley. Beban tanggung jawab dan penyesalan yang ia pikul menjadi pusat konflik moral saat dia berusaha menghentikan rencana ambisius yang dipimpin oleh sang mantan rekan.
Perdebatan mengenai kebebasan versus keamanan memicu perpecahan di kalangan Survey Corps. Levi Ackerman harus mengambil keputusan sulit di tengah situasi yang tak menentu, sementara konspirasi gelap mulai membayangi setiap langkah mereka dalam pertempuran.
Puncak ketegangan memuncak saat batas antara kawan dan lawan menjadi kabur. Dengan rahasia sejarah yang perlahan terkuak, mereka semua terpaksa memilih sisi dalam perang besar yang menentukan masa depan dunia sebelum semuanya berakhir dalam kehancuran total.