Ketika aroma sarapan menjadi satu-satunya bahasa untuk memahami luka, akankah Haruki dan Akane menemukan rasa yang hilang di antara piring-piring yang dingin dan hati yang mulai bersemi di pagi hari?
Sinopsis
Genre *slice-of-life* dewasa ini membawa kita pada rutinitas pagi yang hangat namun menyimpan gejolak emosi tersembunyi. Di balik hiruk-pikuk kehidupan kota, terdapat sebuah apartemen kecil yang menjadi saksi bisu pertemuan dua jiwa yang lelah akan kesibukan.
Haruki adalah seorang desainer grafis yang perfeksionis dan tertutup, selalu memulai harinya dengan keteraturan yang membosankan. Namun, segalanya berubah ketika ia tidak sengaja berbagi meja makan dengan tetangga barunya yang sangat misterius dan pendiam.
Sosok tetangga itu bernama Akane, seorang koki lepas yang memiliki pandangan hidup kontradiktif dengan Haruki. Perbedaan kepribadian mereka menciptakan ketegangan yang unik, di mana perdebatan tentang menu sarapan sederhana justru mengungkap luka masa lalu.
Hubungan mereka berkembang dari sekadar basa-basi canggung menjadi ikatan emosional yang intens. Sering kali, aroma masakan yang mengepul di pagi hari menjadi medium bagi mereka untuk saling terbuka, meski ego masing-masing masih berusaha untuk tetap saling menahan.
Apakah kehangatan sarapan sederhana ini mampu meruntuhkan dinding pertahanan hati mereka yang telah membeku sekian lama? Perjalanan emosional keduanya pun dimulai, mencari makna kebahagiaan dalam hal-hal kecil di tengah dunia yang terasa kian dingin dan hampa.