Kota labirin Orario adalah pusat petualangan dunia, tempat di mana Dungeon megah menyimpan harta karun dan bahaya mematikan. Para petualang bergabung dengan faksi yang dipimpin dewa demi kekuatan, mencari kejayaan serta impian besar di balik tembok labirin.
Pemuda naif bernama Bell Cranel menjadi satu-satunya pengikut di keluarga kecil sang dewi Hestia. Tanpa dukungan faksi besar, ia berjuang dari nol di lantai bawah tanah yang mencekam, berharap bisa menjadi pahlawan bagi orang yang dicintainya.
Pertemuan tak terduga dengan pendekar pedang jenius Ais Wallenstein memicu tekadnya untuk tumbuh lebih kuat. Kekaguman buta berubah menjadi obsesi untuk mengejar level sang idola, meski ia harus menghadapi kenyataan brutal dan pengkhianatan di dungeon.
Namun, jalan menuju puncak penuh rintangan mistis dan konspirasi gelap antar faksi dewa. Bell harus membuktikan bahwa semangat juang murni sanggup melampaui batasan takdir, sambil menjaga ikatan erat bersama rekan-rekan yang ia temui di tengah kerasnya takdir.
Apakah keberanian Bell cukup untuk menaklukkan rahasia kelam di balik kedalaman dungeon yang abadi? Pertarungan ini bukan sekadar tentang kekuatan fisik, melainkan tentang pembuktian harga diri seseorang dalam dunia fantasi yang penuh dengan tipu daya kejam.
Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon?: Arrow of the Orion
5
Sinopsis
Sebuah ancaman kuno bangkit di balik bayang-bayang Orario, memaksa para petualang menghadapi bahaya yang melampaui kedalaman dungeon. Suasana kota yang damai berubah mencekam saat ramalan lama mulai terwujud, membawa ketegangan bagi seluruh penghuni kota.
Bell Cranel, sang pemuda tangguh yang sedang berkembang pesat, mendapati dirinya terpilih dalam sebuah misi yang tidak biasa. Ia harus meninggalkan kenyamanan kota dan melangkah menuju wilayah terlarang yang penuh dengan misteri mematikan bersama rekan.
Artemis, sang dewi yang turun dari langit, menjadi pusat dari segala kekacauan ini. Pertemuannya dengan Bell menciptakan ikatan tak terduga yang menguji tekad, keberanian, serta sisi kemanusiaan yang selama ini dijaga erat oleh sang petualang muda.
Konflik batin mulai membara saat masa lalu sang dewi terungkap, menuntut pengorbanan besar untuk melindungi masa depan dunia. Di sisi lain, Hestia harus menyaksikan rekannya berjuang di garis depan, menghadapi dilema emosional yang sangat mendalam.
Di tengah badai peperangan melawan entitas kegelapan, janji suci dan keberanian menjadi senjata utama. Apakah mereka mampu mengubah takdir yang telah tertulis, atau justru terjebak dalam pusaran tragedi yang telah direncanakan sejak era mitologi kuno?
Sword Oratoria: Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? On the Side
12 Episode 5
Sinopsis
Kota labirin Orario menyimpan rahasia kelam di balik gemerlapnya petualangan. Di dalam dungeon yang penuh ancaman mematikan, para petualang papan atas terus menguji batas kemampuan mereka demi kejayaan keluarga besar yang mereka lindungi dengan segenap nyawa.
Sosok pendekar pedang wanita mematikan, Ais Wallenstein, menjadi pusat perhatian saat ia menelusuri lantai terdalam. Meski dikenal sebagai petarung dingin yang nyaris tanpa emosi, ia tetap menyimpan keraguan batin yang cukup mengusik ketenangannya.
Kedekatannya dengan Lefiya Viridis, seorang penyihir berbakat yang sangat mengaguminya, menciptakan dinamika unik. Di tengah tekanan tugas, sang mentor harus membimbing juniornya agar bisa bertahan hidup menghadapi monster aneh yang semakin agresif muncul.
Konflik memuncak ketika serangkaian keanehan terjadi di dungeon, memicu pertanyaan besar bagi Finn Deimne dan rekan-rekannya di Loki Familia. Mereka harus bekerja sama mengungkap konspirasi gelap yang mengancam stabilitas seluruh kota petualang.
Pertempuran demi pertempuran tidak hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga memperteguh tekad para pejuang tangguh ini. Mereka terus berjuang demi kehormatan serta jawaban atas jati diri mereka yang sebenarnya di kedalaman labirin yang penuh misteri ini.
Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon?: Is It Wrong to Expect a Hot Spring in a Dungeon?
11
Sinopsis
Petualangan seru nan santai dimulai saat para petualang Orario menemukan sebuah peta harta karun misterius yang menjanjikan lokasi mata air panas legendaris. Suasana dungeon yang biasanya penuh bahaya kini mendadak berubah menjadi liburan musim panas yang penuh tawa.
Bell Cranel yang masih polos harus menghadapi kekacauan saat rekan-rekannya sangat antusias dengan rencana wisata ini. Kehadiran Hestia menambah riuh suasana, karena sang dewi kecil terus berusaha mencari momen romantis berdua saja dengan Bell.
Di sisi lain, Liliruca Arde dan Welf Crozzo sibuk mengawasi keadaan agar liburan tidak berakhir bencana. Mereka berusaha menjaga keseimbangan antara menikmati fasilitas mewah mata air tersebut dengan tetap waspada akan ancaman monster liar yang mengintai.
Aiz Wallenstein pun turut bergabung dalam perjalanan ini dengan gaya stoik khasnya. Interaksinya dengan Bell selalu menciptakan ketegangan yang unik, memicu kecemburuan sekaligus tawa dari anggota kelompok lain yang sibuk mengintip atau saling bersaing ketat.
Situasi memanas saat rahasia di balik mata air tersebut mulai terkuak, menuntut kerja sama tim yang solid untuk bertahan hidup. Mampukah mereka melewati ujian santai ini atau justru terjebak dalam masalah konyol yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya?