Setelah memenangkan turnamen Megalonia, hidup Joe bukannya jadi makin enak, malah makin hancur. Dia ninggalin kejayaannya dan memilih hidup nomaden di jalanan, terjebak sama ketergantungan obat penenang buat ngelawan bayang-bayang masa lalunya yang kelam. Penampilannya udah berubah total, kumisan dan jauh dari kesan petarung elit, kayak orang yang kehilangan arah banget setelah kehilangan mentornya, Nanbu.
Perjalanannya bawa dia ke sebuah kota kecil bernama Paskal, tempat dia mulai kenal sama komunitas imigran di sana. Di sini, dia ketemu sama Chief, sosok petinju senior yang bikin dia mulai mikir ulang soal tujuan hidupnya. Walaupun fisiknya udah sering banget dihajar kenyataan, semangat buat naik ring lagi pelan-pelan balik karena dia sadar kalau tinju bukan cuma soal menang, tapi cara buat bertahan hidup dan ngadepin penyesalan.
Singkatnya, perjalanan Joe di season kedua ini bener-bener emosional banget. Dia harus berdamai sama trauma, kehilangan, dan identitas dirinya sendiri yang sempat hilang. Lewat tinju, dia akhirnya nemuin keberanian buat pulang dan nebus semua dosa-dosanya, nunjukin kalau seorang legenda pun bisa jatuh, tapi yang terpenting adalah gimana dia bangkit lagi buat ngelanjutin hidup.
Sinopsis