Awalnya, Yukine itu anak yang bikin gregetan banget pas baru diangkat jadi senjata suci sama Yato. Karena dia meninggal di usia yang masih belia, dia ngerasa iri banget sama orang-orang yang hidup normal, makanya sikapnya sering banget membangkang dan bikin Yato kesakitan. Dia sempat terjerumus ke pergaulan buruk dan nyuri barang-barang sampai bikin hubungannya sama tuannya itu di ujung tanduk.
Tapi, semuanya berubah drastis setelah dia dapet 'pembersihan' lewat ritual penyucian yang dramatis. Setelah sadar betapa tulusnya pengorbanan Yato, Yukine pelan-pelan berubah jadi sosok yang lebih dewasa dan perhatian. Dia akhirnya paham arti tanggung jawab dan mulai belajar banyak hal, termasuk cara jadi shinki yang bisa diandalkan buat ngelindungin orang-orang di sekitarnya, terutama Hiyori yang udah dianggap kayak keluarganya sendiri.
Sekarang, dia bukan lagi anak labil yang cuma bisa bikin masalah. Yukine tumbuh jadi remaja yang punya tekad kuat dan loyalitas tinggi. Walaupun masa lalunya masih sering ninggalin bekas luka, dia berusaha keras buat buktiin kalau dia bisa jadi lebih baik. Hubungannya sama Yato juga udah makin solid, mereka bener-bener kayak partner yang saling melengkapi dalam ngejalanin tugas sebagai dewa dan senjata sucinya.