Kenalin nih, Kouga Gennosuke, calon pemimpin klan Kouga yang pembawaannya tenang banget dan nggak haus darah kayak ninja lainnya. Dia ini cowok yang punya prinsip kuat dan sebisa mungkin pengen ngehindarin konflik berdarah kalau emang bisa diajak ngomong baik-baik. Sayangnya, takdir berkata lain karena dia kejebak dalam perseteruan kuno antara klan Kouga dan Iga yang bikin posisinya jadi makin sulit.
Masalah makin rumit karena Gennosuke jatuh cinta mati sama Oboro, gadis cantik yang jadi pemimpin klan Iga sekaligus musuh bebuyutannya. Hubungan mereka itu bener-bener kayak Romeo dan Juliet versi ninja, bikin penonton ikutan nyesek karena cinta mereka harus terbentur sama kewajiban klan yang keras banget. Di sini dia bener-bener diuji, antara mau setia sama klannya atau milih buat berjuang demi cintanya sendiri.
Yang paling ikonik dari Gennosuke itu jurus matanya yang mematikan, di mana musuh yang berniat jahat ke dia malah bakal balik nyerang diri sendiri. Meskipun punya kekuatan yang gila banget, dia tetep ngerasa kalau kekuatan itu bukan buat dipamerin atau buat perang yang nggak perlu. Bisa dibilang, sosoknya adalah lambang kedamaian di tengah dunia ninja yang penuh sama intrik dan pertumpahan darah.
Sinopsis
ORI IN GAME