Kalau ngomongin soal ikon pop paling keren di galaksi, pasti nggak jauh-jauh dari Sheryl Nome. Dia bukan cuma penyanyi papan atas yang suaranya bikin merinding, tapi juga punya aura diva yang kuat banget. Meski awalnya kelihatan sombong dan susah didekati, sebenarnya dia punya sisi yang rapuh karena masa lalunya yang lumayan kelam di balik gemerlap lampu panggung.
Di film kedua ini, perjalanan Sheryl bener-bener emosional banget. Dia terjebak dalam dilema antara kariernya yang lagi di puncak sama perasaan tulusnya ke Alto Saotome. Apalagi kondisi kesehatannya makin memburuk gara-gara virus V-Type, tapi bukannya nyerah, dia malah makin nekat buat terus nyanyi demi orang-orang yang dia sayang, termasuk Ranka Lee yang jadi rival sekaligus rekan duetnya.
Ending ceritanya bisa dibilang legendaris sih. Sheryl membuktikan kalau dia bukan sekadar penyanyi yang jago *lipsync* atau cuma modal tampang doang, tapi seorang pejuang yang bener-bener pake hatinya buat menyelamatkan semua orang. Dia berhasil ngelampaui batasan sebagai manusia dan jadi simbol harapan yang bener-bener bersinar terang di tengah kegelapan perang.