Kenalan yuk sama Seishin Muroi, seorang biksu muda di desa Sotoba yang pembawaannya tenang banget tapi sebenarnya punya banyak beban pikiran. Dia ini orangnya penulis novel juga, tapi tulisannya sering banget bernuansa gelap dan melankolis, yang sebenarnya cerminan dari pergulatan batinnya sendiri soal hidup dan mati.
Hidupnya mulai jungkir balik pas dia ketemu sama Sunako Kirishiki. Bukannya ngerasa takut kayak penduduk desa lain, Seishin malah ngerasa simpati sama takdir Sunako yang jadi Shiki. Di titik inilah dia mulai dilema, antara mau setia sama kemanusiaannya atau malah kasihan sama monster yang haus darah itu.
Pada akhirnya, peran dia di cerita ini emang nyesek banget. Dia jadi kayak jembatan antara dunia manusia dan Shiki. Pas desa Sotoba mulai berantakan gara-gara wabah misterius, Seishin malah makin terasing dari warga lain karena pilihannya buat terus mencoba memahami sisi 'manusia' dari para monster tersebut.