Dunia boneka yang elegan namun mematikan kembali hadir dalam prekuel kelam ini. Nuansa gotik yang kental menyelimuti sejarah masa lalu yang penuh misteri, mengungkap akar perselisihan abadi demi meraih kesempurnaan sang pencipta yang dianggap sebagai dewa.
Kisah ini menyoroti sosok Suigintou, boneka pertama yang lahir dengan ambisi besar namun memiliki kekurangan fisik. Ia berjuang keras membuktikan eksistensinya di tengah rasa keterasingan yang mendalam saat berhadapan dengan dunia yang penuh prasangka.
Pertemuan tak terduga dengan Shinku memicu dinamika emosional yang rumit antara mereka berdua. Awalnya mereka berbagi ikatan kasih sayang yang tulus, namun takdir kejam perlahan mengubah kedekatan tersebut menjadi rivalitas sengit yang sangat menyakitkan.
Munculnya Enju sebagai sosok misterius semakin menambah ketegangan di antara para boneka. Pengaruhnya mulai menguji kesetiaan serta memicu keraguan batin yang mendalam, memaksa mereka mempertanyakan arti sebenarnya dari rasa cinta dan pengorbanan di sini.
Konflik yang membara akhirnya meledak, menyeret mereka ke dalam pusaran kekejaman yang tak terelakkan. Puncak dari drama emosional ini mempertanyakan apakah sebuah persahabatan murni bisa bertahan di bawah bayang-bayang haus akan kekuasaan serta takdir tragis.
Dunia fantasi kelam kembali memanggil saat permainan Alice Game memanas di musim kedua ini. Boneka-boneka cantik nan misterius terpaksa saling beradu kekuatan demi membuktikan siapa yang paling layak untuk menjadi sosok sempurna dan bertemu dengan sang pencipta legendaris.
Jun Sakurada kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah kehidupan tenangnya terusik oleh kehadiran para boneka. Ikatan emosional yang terjalin antara dirinya dengan Shinku semakin rumit karena beban tanggung jawab menjaga martabat sang boneka.
Ketegangan memuncak dengan munculnya Barasuishou, sosok antagonis yang sangat haus akan pertarungan dan kekuasaan. Kehadirannya mengancam kedamaian para boneka lainnya, memaksa mereka menentukan pihak dalam pertempuran mematikan yang penuh dengan tipu daya licik.
Hubungan antara Suiseiseki dan Souseiseki pun diuji oleh takdir yang kejam. Kesetiaan mereka terbelah di tengah ambisi besar, menciptakan dinamika drama yang menyayat hati di balik kemegahan gaun serta keindahan rupa boneka-boneka porselen tersebut.
Permainan mematikan ini menuntut harga mahal bagi setiap langkah yang diambil. Apakah semangat persahabatan mampu menembus dinginnya takdir, ataukah mereka justru terjerumus dalam kehancuran abadi yang direncanakan oleh musuh yang bersembunyi dalam bayang-bayang gelap?
Dunia fantasi kelam dan drama gotik berpadu dalam sebuah permainan boneka yang mematikan. Rahasia magis tersembunyi di balik kehidupan sehari-hari, di mana keberadaan boneka hidup menjadi kunci menuju pertarungan takdir yang sangat brutal dan penuh misteri.
Seorang penyendiri bernama Jun Sakurada tanpa sengaja terjebak dalam pusaran konflik setelah menemukan boneka misterius. Kehidupannya yang membosankan berubah drastis saat ia harus melayani sosok elegan namun angkuh bernama Shinku yang sangat dominan.
Ketegangan muncul ketika Suigintou hadir sebagai rival utama dengan ambisi yang kelam. Hubungan antara boneka dan manusia diuji melalui ikatan kontrak magis, di mana ego dan kesetiaan menjadi penentu siapa yang akan bertahan dalam kejamnya sebuah kompetisi.
Persaingan antar boneka ini dikenal sebagai Alice Game, sebuah ritual kuno yang memaksa mereka saling bertarung demi mendapatkan gelar sempurna. Sosok lain seperti Suiseiseki dan Souseiseki pun turut meramaikan konflik dengan agenda pribadi yang cukup rumit.
Di balik desain busana yang indah, tersimpan duka mendalam dan pencarian jati diri. Setiap boneka berjuang memperebutkan kasih sayang sang pembuat, menciptakan drama psikologis yang mempertanyakan arti keberadaan, cinta, dan pengorbanan yang tiada habisnya.