Kalau kita ngomongin soal Madoka Ayukawa di film ini, dia tuh bukan sekadar cewek cantik sekolah yang jago main saksofon aja. Di masa transisi ini, Madoka lagi pusing banget sama perasaannya sendiri. Dia kelihatan dewasa dan dingin di luar, tapi sebenernya hatinya lagi rapuh karena harus menghadapi kenyataan kalau masa SMA mereka nggak bakal selamanya.
Masalah utamanya jelas soal cinta segitiga yang makin runyam sama Kyosuke Kasuga dan sahabatnya sendiri, Hikaru Hiyama. Madoka terjepit di antara kesetiaan sama sahabatnya dan perasaannya yang makin dalem ke Kyosuke. Dia bener-bener ngerasa bersalah, tapi di sisi lain, dia nggak bisa bohongin diri sendiri terus-menerus soal siapa yang sebenernya dia mau.
Di film ini, kita bisa liat sisi Madoka yang lebih rapuh dan jujur. Dia nggak lagi berusaha nutupin sifat aslinya cuma buat jaga image. Momen-momen di mana dia mencoba jujur sama perasaannya sendiri itu yang bikin karakter dia kerasa manusiawi banget dan bikin kita yang nonton ikutan galau nungguin keputusan akhir yang bakal dia ambil.
Sinopsis
Sinopsis