Kalau dilihat sekilas, Masashi Nishioka ini tipikal cowok kantoran yang santai banget, hobi main, dan mungkin kelihatan kurang niat pas awal kerja di bagian editorial kamus. Dia lebih suka nongkrong dan mengikuti tren daripada harus berkutat dengan tumpukan kata-kata kuno, apalagi pas pertama kali ketemu sama Mitsuya Majime yang kaku banget, dia sempet ngerasa mereka itu kayak minyak sama air yang susah banget buat nyatu.
Tapi jangan salah, meskipun gayanya selengean, Nishioka sebenarnya punya insting sosial yang tajam banget. Dia sadar kalau proyek pembuatan kamus 'Daitokai' itu bakal gagal total kalau cuma ngandelin orang-orang yang terlalu serius. Akhirnya, dia sadar perannya buat jadi 'jembatan' komunikasi antara tim redaksi, penerbit, dan orang-orang luar supaya proyek ini tetap jalan dan nggak dihentikan sama atasan.
Seiring berjalannya waktu, dedikasi Majime bener-bener bikin dia salut dan dia jadi ngerasa punya tanggung jawab moral buat nyelesein proyek ini bareng-bareng. Dia rela kok 'berkorban' dan ngelakuin pekerjaan yang nggak kelihatan demi kelancaran kamus tersebut. Nishioka adalah bukti kalau orang yang kelihatannya cuma pengen santai aja, ternyata bisa punya loyalitas tinggi kalau udah nemu sesuatu yang berarti buat dia.