Awalnya, Maya Toomi itu dikenal sebagai gadis yang agak pemalu dan lebih suka memendam perasaan sendiri. Tapi, situasi perang yang makin gila di seri Exodus bikin dia mau nggak mau harus berubah drastis. Dari yang tadinya cuma siswi biasa, dia akhirnya terjun langsung jadi pilot Fafner dan membuktikan kalau dia punya bakat alami sebagai penembak jitu yang sangat mematikan di medan tempur.
Hidup Maya bisa dibilang berat banget, apalagi setelah dia harus kehilangan banyak orang tersayang, termasuk sahabat dekatnya, Kazuki Makabe, yang sering bikin dia dilema. Meskipun sering dilanda kesedihan dan trauma, dia tetep berusaha tegar. Dia sadar kalau tanggung jawabnya bukan cuma buat dirinya sendiri, tapi juga buat masa depan teman-temannya di Pulau Tatsumiyajima yang makin terdesak oleh serangan Festum.
Di bagian kedua Exodus, perkembangan karakter Maya makin kelihatan matang banget. Dia nggak lagi ragu-ragu dalam mengambil keputusan sulit demi melindungi orang yang dia sayangi. Maya membuktikan kalau di balik penampilannya yang tenang, dia adalah salah satu pilar kekuatan yang paling diandalkan, bahkan saat situasinya terasa mustahil buat dimenangkan.