Jadi, si Saburou ini awalnya cuma anak SMA biasa yang sama sekali nggak tertarik sama pelajaran sejarah. Hidupnya santai banget, sampai akhirnya dia nggak sengaja 'terteleportasi' ke zaman Sengoku. Pas nyampe sana, dia ketemu sama Oda Nobunaga yang wajahnya bener-bener mirip banget sama dia. Karena Nobunaga asli lagi sakit dan pengen kabur dari tanggung jawab, akhirnya Saburou diminta buat gantiin posisinya.
Awalnya sih dia canggung banget, apalagi harus pura-pura jadi pemimpin perang yang disegani. Untungnya, pola pikir Saburou yang modern dan simpel bikin dia jadi pemimpin yang unik. Dia nggak mau perang kalau nggak perlu dan selalu mencoba cari jalan damai yang damai, yang bikin para bawahannya kayak Tokugawa Ieyasu dan Toyotomi Hideyoshi jadi bingung sekaligus kagum sama cara dia mikir.
Meskipun bukan prajurit beneran, Saburou perlahan mulai paham kalau dia punya tanggung jawab besar buat nyatuin Jepang. Dia belajar banyak soal perjuangan, persahabatan, dan gimana caranya bertahan hidup di era yang penuh pengkhianatan. Walaupun hatinya masih anak SMA yang pengen hidup tenang, dia tetap berusaha ngelakuin yang terbaik demi masa depan orang-orang yang dia sayangi di zaman itu.