Di arc Junior Youth ini, Tsubasa Oozora makin nunjukin kelasnya sebagai pemain jenius yang nggak pernah kenal kata menyerah. Setelah sukses di liga domestik, dia sekarang jadi kapten andalan timnas Jepang buat terbang ke Paris dan berhadapan langsung dengan pemain-pemain top dari seluruh dunia. Semangatnya bener-bener nular, apalagi dia ngerasa punya tanggung jawab gede buat bawa Jepang jadi juara dunia.
Tentu aja perjalanannya nggak mulus, soalnya dia harus ngadepin lawan-lawan tangguh kayak Karl Heinz Schneider yang punya tendangan api mematikan. Tsubasa harus ekstra kerja keras bareng sahabat karibnya, Kojiro Hyuga dan Genzo Wakabayashi, buat ngeracik strategi biar bisa nembus pertahanan lawan yang super solid. Chemistry mereka di lapangan emang jadi kunci utama tim Jepang biar nggak gampang tumbang di turnamen prestisius ini.
Di luar lapangan, Tsubasa tetap jadi sosok yang rendah hati dan selalu positif ke siapa pun. Dia percaya banget kalau bola itu teman, makanya dia nggak pernah main curang dan selalu respek sama lawan-lawannya. Mau dalam kondisi tertinggal atau cedera sekalipun, Tsubasa bakal terus berjuang sampe peluit panjang bunyi, bukti kalau dia emang calon pemain legendaris yang bakal diinget selamanya.