Kalau bicara soal Seya Ichi, dia ini tipe orang yang punya sisi melankolis tapi tetap berusaha tegar. Dia adalah tuan dari Yuzu, sebuah Hybrid Child yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri. Meski awalnya dia merasa berat karena Yuzu nggak bisa tumbuh besar seperti anak manusia normal, Seya perlahan belajar bahwa kasih sayang itu nggak harus soal fisik yang berubah, tapi soal ikatan batin yang tulus.
Seya sendiri punya masa lalu yang cukup kompleks, terutama soal rasa bersalahnya. Dia sempat merasa gagal merawat Yuzu dengan baik karena keterbatasan yang ada. Namun, di balik sikapnya yang kadang terkesan dingin atau menutup diri, sebenarnya dia adalah orang yang sangat perhatian dan rela melakukan apa saja supaya orang-orang di sekitarnya merasa bahagia, terutama buat si kecil yang sangat setia padanya.
Pada akhirnya, perjalanan Seya Ichi bareng Yuzu jadi pelajaran hidup yang nyesek tapi manis. Dia belajar buat menerima takdir dan memahami bahwa cinta itu bukan cuma soal memilki, tapi juga tentang memberikan yang terbaik sampai akhir. Karakter Seya bener-bener ngebuktiin kalau di balik sosok yang terlihat dewasa dan tenang, ada hati yang sangat rapuh dan penuh cinta.