Awalnya, Minosuke cuma cowok yang hidupnya muter-muter di sekitar lampu minyak. Dia tuh pedagang yang telaten banget, dan baginya lampu bukan cuma alat penerang, tapi simbol kenyamanan yang dia kasih buat orang-orang di sekitarnya. Dia bangga banget sama dagangannya dan ngerasa kalau hidupnya udah paling pas dengan cara yang tradisional itu.
Tapi ya namanya zaman, siapa yang bisa nahan? Pas teknologi lampu listrik mulai masuk ke desa, usaha Minosuke pelan-pelan kesingkir. Dia sempat ngerasa terpukul banget dan nolak perubahan itu mati-matian, sampai-sampai dia ngerasa dunianya hancur gara-gara inovasi yang dianggapnya dingin dan nggak punya perasaan kayak lampu minyak kesayangannya.
Akhirnya, si Minosuke sadar kalau dia nggak bisa lawan arus selamanya. Setelah ngelewatin proses yang panjang dan penuh drama batin, dia akhirnya ikhlas nerima kenyataan hidup. Dia pun belajar buat berdamai sama keadaan dan ngeliat kalau perubahan itu bagian dari perjalanan hidup yang nggak bisa dihindari sama siapapun.