Dunia berubah kacau saat permainan mematikan dimulai. Dua belas orang terpilih dipaksa bertarung demi takhta Tuhan melalui buku harian masa depan. Mereka harus saling memburu demi bertahan hidup dalam thriller psikologis yang mencekam dan penuh aksi brutal.
Yukiteru Amano adalah remaja penyendiri yang lebih suka menulis catatan di ponselnya. Hidupnya jungkir balik saat ia menyadari ponselnya mampu memprediksi masa depan, menjadikannya target utama dalam persaingan berdarah untuk menduduki takhta suci.
Di tengah kepanikan, muncul Yuno Gasai, gadis cantik dengan obsesi mengerikan. Ia berjanji akan melindungi Yuki dengan segala cara, meski harus membunuh siapa saja. Hubungan mereka menjadi perpaduan aneh antara cinta yang obsesif dan aliansi bertahan hidup.
Setiap pemilik buku memiliki kelebihan dan kelemahan unik yang memicu konflik intens. Mereka harus mengalahkan lawan dengan strategi licik agar tidak tereliminasi. Tidak ada ruang untuk rasa kasihan di sini karena setiap detik adalah ancaman kematian yang nyata.
Pertarungan ini menguji moralitas dan tekad setiap peserta di bawah pengawasan takdir yang kejam. Akankah cinta bertahan di tengah gempuran ego? Temukan jawaban di balik intrik mematikan yang akan mengubah nasib dunia selamanya dalam game bertahan hidup ini.
Dunia pasca-apokaliptik menyimpan rahasia kelam di balik keheningan yang mencekam. Dalam balutan genre psikologis dan thriller, sebuah misteri mulai terkuak ketika realitas yang kita kenal perlahan retak. Segala sesuatu kini terasa janggal bagi sosok yang berusaha mencari jawaban atas kepingan ingatan yang hilang di tengah kekacauan semesta.
Yuno Gasai kini hidup dalam keresahan mendalam yang terus menghantuinya. Dia merasa ada bagian penting dari jati dirinya yang tertinggal di suatu tempat, namun ingatan itu kabur. Obsesi dan cinta yang terpatri dalam jiwanya perlahan menjadi belenggu sekaligus motivasi utama untuk terus bertahan hidup di dunia.
Di sisi lain, Yukiteru Amano mencoba membangun kembali eksistensinya sebagai dewa baru yang penuh beban. Kehadirannya dipenuhi rasa kesepian dan keraguan besar terhadap takdir yang telah digariskan. Hubungan mereka yang terjalin dalam garis waktu alternatif ini menjadi inti konflik emosional yang menyayat hati bagi siapa saja yang melihatnya.
Ketegangan memuncak saat mereka berdua menyadari bahwa masa lalu bukanlah sesuatu yang bisa dilupakan begitu saja. Tekad mereka diuji ketika musuh-musuh lama dan realitas yang bertabrakan mulai menekan kewarasan. Apakah perasaan tulus bisa menembus batas dimensi yang begitu kejam ini demi satu harapan kecil?
Segalanya bermuara pada janji yang pernah terucap di bawah langit penuh ancaman. Pertarungan batin antara takdir dan kehendak bebas menjadi tema sentral yang memacu adrenalin. Dalam kegelapan yang menyelimuti, mereka harus mencari titik temu agar ikatan tak kasat mata ini bisa bertahan dari kehancuran total yang terus mengintai tanpa henti.
Dunia psikologis yang kelam kembali menyapa lewat dimensi ruang dan waktu yang terdistorsi. Sebuah realitas alternatif tercipta pasca permainan bertahan hidup yang brutal, memaksa para penyintas menghadapi konsekuensi takdir yang masih tersisa di antara kekosongan semesta.
Yuno Gasai, sosok obsesif yang dikenal karena cintanya yang ekstrem, terjebak dalam teka-teki eksistensial. Ia berusaha mencari jejak memori yang hilang demi menepati janji suci kepada kekasihnya, meski ia harus menantang hukum alam yang sangat kejam.
Di sisi lain, Yukiteru Amano menjalani kehidupan yang tenang namun terasa hampa tanpa kehadiran belahan jiwanya. Ia merasa ada kepingan yang hilang dari ingatannya, sebuah kekosongan yang memicu instingnya untuk terus menggali kebenaran di balik kabut misteri.
Keduanya kini terhubung dalam benang merah takdir yang melintasi batasan dunia. Konflik batin dan kerinduan yang mendalam menjadi senjata utama saat mereka mencoba memperbaiki masa lalu yang rusak, meski bahaya terus mengintai di setiap sudut langkah mereka.
Apakah mereka mampu mengubah nasib demi bersatu kembali di dunia yang ideal? Pertarungan emosional yang intens ini mempertanyakan seberapa jauh seseorang berani melangkah untuk cinta sejati di tengah kekacauan waktu yang mengancam kehancuran total bagi segalanya.