Ketika kata-kata terasa sulit terucap, biarkan melodi perasaan yang tulus meluap seperti buih soda; sebuah kisah tentang dua jiwa yang perlahan menemukan suara mereka di tengah keindahan musim panas yang tak terlupakan.
Sinopsis
Musim panas yang cerah dan penuh warna menjadi latar kisah romansa remaja yang manis ini. Di sebuah kota pinggiran yang tenang, kehidupan sehari-hari terasa seperti irama musik yang lembut, menyembunyikan perasaan terpendam dari anak-anak yang sedang beranjak dewasa.
Seorang pemuda pemalu bernama Cherry selalu memakai headphone untuk menutupi rasa canggungnya saat berkomunikasi. Ia lebih suka mengekspresikan perasaannya melalui puisi haiku yang unik, menyimpannya rapat-rapat di dalam lubuk hati yang paling dalam.
Di sisi lain, ada Smile, gadis populer yang selalu menutupi gigi depannya dengan masker karena merasa kurang percaya diri dengan penampilannya. Meski aktif sebagai influencer video, ia tetap berjuang keras mencari cara untuk bisa tampil apa adanya.
Takdir mempertemukan mereka secara tidak sengaja di sebuah pusat perbelanjaan, memicu percikan kisah kasih yang sederhana. Mereka mulai menjalin hubungan melalui kata-kata yang tertulis, perlahan membuka diri sambil membantu seorang kakek mencari kenangan lama.
Di balik gemerlap lampu kota dan kesegaran minuman soda, keduanya berusaha melawan rasa takut dan keraguan diri sendiri. Akankah keberanian muncul untuk mengungkapkan isi hati yang sebenarnya sebelum musim panas berakhir dan waktu terus berlari menjauh?