Kalau ngomongin Marilla Cuthbert, pasti yang langsung terbayang di kepala adalah sosok wanita yang super disiplin, kaku, dan agak irit bicara. Bareng saudaranya, Matthew Cuthbert, dia hidup tenang di rumah pertanian Green Gables di Avonlea. Awalnya, dia sempat kaget setengah mati pas tahu kalau anak yatim piatu yang mereka mau adopsi itu ternyata cewek bawel bernama Anne Shirley, bukannya bocah laki-laki buat bantu-bantu di kebun.
Tapi ya gitu, di balik wajahnya yang jarang senyum dan prinsip hidupnya yang keras, Marilla itu sebenarnya punya hati yang lembut banget. Dia perlahan-lahan luluh sama imajinasi liar dan kepolosan Anne. Marilla pun jadi orang yang paling bertanggung jawab buat mendidik Anne supaya lebih dewasa dan punya tata krama, meski kadang caranya agak bikin Anne ngerasa sedikit tertekan sih.
Singkatnya, Marilla itu kayak pondasi rumah yang kokoh banget. Dia bukan tipe orang yang hobi pamer kasih sayang lewat kata-kata manis, tapi kepeduliannya ke Anne itu tulus banget. Tanpa kehadiran Marilla yang disiplin tapi penuh perhatian ini, Anne nggak bakal bisa tumbuh jadi sosok perempuan yang tangguh dan bijaksana di akhir cerita.