Dunia idol yang gemerlap kini meluas hingga ke New York, saat para bintang berbakat bersiap menghadiri ajang Idol Film Festival. Di balik panggung megah, kompetisi ketat dan ambisi pribadi mulai membara, memaksa setiap unit untuk unjuk gigi secara totalitas.
Subaru Akehoshi memimpin tim dengan semangat membara, namun perjalanan ini tak semudah bayangan. Dinamika antar member diuji saat mereka harus menghadapi tekanan internasional, menuntut harmoni sempurna di tengah ego yang mulai saling berbenturan keras.
Sementara itu, Hokuto Hidaka berusaha menjaga ketenangan di tengah kekacauan, mencoba menyeimbangkan profesionalitas dengan beban ekspektasi besar. Hubungan mereka kian intens saat perbedaan gaya bermusik mulai memicu friksi yang tak terelakkan di lokasi syuting.
Kehadiran Makoto Yuuki menambah kompleksitas, di mana setiap tantangan menuntut dedikasi lebih besar dari biasanya. Mereka harus memutar otak mencari cara agar pesona unik masing-masing tetap menonjol tanpa harus merusak kekompakan tim yang sudah dibangun lama.
Di puncak sorotan lampu kota, Mao Isara memikul tanggung jawab besar untuk menyatukan visi seluruh rekan setimnya. Apakah mereka mampu mengatasi hambatan egois dan keraguan diri demi meraih kesuksesan di panggung dunia yang penuh dengan drama serta persaingan ketat?
Yumenosaki Academy adalah panggung utama bagi para calon idol pria yang bercita-cita menguasai industri hiburan. Di balik gemerlap lampu sorot, terdapat sistem hierarki ketat yang memicu persaingan sengit, intrik politik, dan drama antar unit demi meraih popularitas.
Seorang siswi pindahan bernama Anzu memasuki akademi ini bukan untuk bernyanyi, melainkan mengemban peran sebagai produser berbakat. Ia berhadapan dengan dunia yang penuh ego, di mana bakat individu sering kali terkubur dalam konflik kekuasaan internal.
Ia menjalin hubungan erat dengan Subaru Akehoshi, sosok ceria yang selalu optimis di tengah tekanan berat. Kehadiran produser baru ini menjadi pemicu perubahan besar bagi unit Trickstar dalam upaya mereka mendobrak sistem lama yang dirasa tidak adil bagi siswa.
Di sisi lain, terdapat Eichi Tenshouin yang manipulatif dan ambisius. Ia memimpin akademi dengan visi perfeksionis yang sering kali berbenturan dengan prinsip kebebasan yang diperjuangkan oleh para idol muda lainnya dalam setiap pertunjukan panggung yang megah.
Ketegangan memuncak saat kompetisi Dream Festival dimulai, memaksa setiap karakter menghadapi sisi gelap ambisi dan harga diri mereka. Akankah persahabatan mereka mampu bertahan di tengah tuntutan industri yang kejam, ataukah impian mereka akan hancur oleh ego?