Selama sepuluh tahun keliling dunia demi ngalahin Raja Iblis, geng pahlawan—Himmel, pendeta Heiter, kurcaci Eisen, dan penyihir elf Frieren—udah ngelewatin banyak hal bareng. Dari petualangan seru sampai berantem di medan perang, mereka jadi dekat banget dan punya banyak kenangan manis... ya, setidaknya buat sebagian besar dari mereka. Soalnya buat Frieren, waktu sepuluh tahun itu berasa sebentar banget dibandingin umurnya yang udah seribu tahun lebih.
Makanya, pas urusan sama Raja Iblis kelar dan tim mereka bubar, Frieren santai aja balik ke rutinitas lamanya: keluyuran nyari mantra sihir baru. Karena punya "jam biologis" yang beda sendiri, dia kayak nggak ngerasa petualangan kemarin itu sebagai sesuatu yang spesial. Tapi seiring berjalannya waktu, Frieren baru sadar kalau momen bareng teman-temannya dulu ternyata ngebekas banget di hatinya.
Apalagi setelah dia ngeliat sendiri teman-temannya satu per satu meninggal karena usia. Frieren mulai nyesel karena dulu terlalu cuek dan menganggap remeh kehadiran mereka. Dari situ, dia bertekad buat lebih ngertiin manusia dan pengen punya hubungan yang tulus sama orang lain. Petualangan legendaris mereka emang udah lama beres, tapi perjalanan baru Frieren justru baru mau dimulai.
Gara-gara eksperimen transmutasi manusia yang gagal total, hidup kakak-beradik Edward dan Alphonse Elric langsung berubah jadi mimpi buruk. Mereka nekat ngelanggar tabu sihir demi nghidupin lagi ibu mereka yang udah meninggal. Hasilnya? Zonk besar. Al malah kehilangan seluruh badannya, sedangkan Ed harus kehilangan kaki kiri dan mengorbankan tangan kanannya demi mengikat jiwa Al ke dalam sebuah baju zirah besi kosong.
Untungnya, mereka diselametin sama tetangga mereka, Pinako dan cucunya, Winry. Winry yang jenius di bidang mekanik langsung bikinin tangan dan kaki palsu dari logam canggih bernama automail buat Ed. Setelah bertahun-tahun latihan fisik dan mental, Elric bersaudara akhirnya mutusin buat petualangan nyari Philosopher's Stone—batu mitos yang bisa ngangkangis hukum alam biar badan mereka bisa balik normal lagi.
Seiring berjalannya waktu, Ed berhasil jadi pakar alkimia negara sampai dapet julukan si "Fullmetal Alchemist". Tapi, perjalanan mereka nyari batu itu malah bikin mereka keseret ke dalam konspirasi gelap nan besar yang mengancam keselamatan seluruh dunia.
Rintarou Okabe, seorang ilmuwan gadungan yang eksentriknya minta ampun, punya obsesi fana buat bikin penemuan ilmiah yang gokil. Bersama temannya yang polos bernama Mayuri Shiina dan si hacker wibu Itaru "Daru" Hashida, Okabe mendirikan "Laboratorium Gadget Masa Depan". Sayangnya, meski gayanya udah kayak ilmuwan jenius di film-film, satu-satunya alat buatan mereka yang beneran berfungsi cuma sebuah microwave modifikasi yang anehnya bisa ngubah pisang jadi gel ijo lembek.
Tapi, segalanya berubah pas Okabe datang ke sebuah seminar tentang mesin waktu. Setelah ngalamin serangkaian kejadian aneh yang bikin otaknya berputar, dia sadar kalau microwave ponsel di labnya itu ternyata punya fungsi rahasia yang jauh lebih ngeri: bisa ngirim pesan teks ke masa lalu! Iseng-iseng berhadiah, Okabe pun mulai mengutak-atik penemuan barunya ini tanpa tahu kalau eksperimen mereka diam-diam memicu perhatian dari SERN, sebuah organisasi rahasia yang super berbahaya.
Gara-gara keisengan mengubah masa lalu lewat SMS, hidup Okabe dan teman-temannya langsung terancam bahaya besar karena efek kupu-kupu (butterfly effect) yang merusak lini masa. Sekarang, Okabe harus berjuang mati-matian melompati waktu demi menyelamatkan orang-orang yang dia sayangi, sekaligus bertaruh nyawa mempertahankan kewarasannya yang makin lama makin terkikis.
Di dunia ini, ada profesi elit bernama Hunter yang kerjaannya ekstrem banget, mulai dari ngejelajahin tempat-tempat terlarang yang belum terjamah manusia, nyari barang langka, sampai berburu monster mematikan. Tapi buat bisa dapet lisensi resmi, seseorang harus lulus Ujian Hunter dulu—sebuah proses seleksi super ketat dan berbahaya di mana mayoritas pesertanya berakhir cacat atau bahkan mati konyol. Gak heran kalau orang-orang nekat yang ikutan ujian ini pasti punya motivasi rahasia yang gede banget.
Bagi bocah berumur 12 tahun bernama Gon Freecss, alasan dia cuma satu: pengen nyari ayahnya, Ging, yang merupakan seorang Hunter legendaris yang ninggalin dia sejak kecil. Percaya kalau dengan jadi Hunter dia bakal bisa nemuin jejak sang ayah, Gon akhirnya mutusin buat pergi dari rumah dan ikutan ujian maut tersebut. Pas lagi berjuang di tengah ujian, Gon malah dapet jackpot dengan temenan sama tiga orang unik: Leorio si calon dokter, Kurapika yang punya dendam kesumat, dan Killua si mantan pembunuh bayaran jenius dari keluarga elit.
Biarpun tujuan hidup mereka berempat beda jauh dan bertolak belakang, mereka berempat malah kompak banget buat saling jaga dan bahu-membuh demi lulus bareng. Dari sinilah petualangan epik mereka di dunia penuh keajaiban nan mematikan dimulai. Perjalanan Gon buat jadi kuat dan nyari bapaknya resmi gas pol!
Kebuntuan selama 150 tahun antara dua kekuatan besar antariksa, Kekaisaran Galaksi dan Aliansi Planet Bebas, akhirnya pecah saat muncul pemimpin generasi baru: si jenius militer yang idealis, Reinhard von Lohengramm, dan sejarawan pendiam dari pihak Aliansi, Yang Wenli.
Sambil merintis karier di Kekaisaran bareng sahabat masa kecilnya, Siegfried Kircheis, Reinhard nggak cuma harus perang, tapi juga mesti ngelawan sisa-sisa Dinasti Goldenbaum yang bobrok demi bebasin kakaknya dari cengkeraman Kaiser dan menyatukan umat manusia di bawah satu pemimpin yang tulus.
Di sisi lain galaksi, Yang—yang teguh banget sama nilai demokrasi—harus tetap konsisten sama prinsipnya meski Aliansi lagi terpuruk, sambil nunjukin ke muridnya, Julian Mintz, kalau otokrasi itu bukan jalan keluarnya. Saat ideologi mereka bentrok di tengah banyaknya korban perang, dua ahli strategi ini harus mikir lagi, sebenarnya apa sih alasan di balik pertarungan mereka?
Dr. Kenzou Tenma, seorang ahli bedah saraf elit yang baru saja tunangan sama anak direktur rumah sakit, lagi gampang banget naik jabatan. Tapi semua berubah gara-gara satu malam yang kelihatan sepele. Waktu dia mau operasi pasien, direktur malah nyuruh dia pindah menangani seorang artis terkenal. Teman sejawat sama tunangannya sih bangga banget sama pencapaian dia, tapi karena keputusan itu, seorang pekerja imigran malah meninggal, yang akhirnya bikin batin Dr. Tenma tersiksa banget.
Nah, pas kejadian serupa terulang lagi, Dr. Tenma akhirnya teguh sama pendiriannya dan milih buat mengoperasi bocah laki-laki bernama Johan Liebert daripada wali kota. Sayangnya, keputusan ini bikin hidup dia berantakan dan dia kehilangan status sosialnya. Tapi nggak lama kemudian, direktur dan dua dokter lainnya tewas misterius, yang malah bikin posisi Dr. Tenma balik lagi. Karena nggak ada bukti yang kuat, dia dibebasin dan malah naik pangkat jadi direktur rumah sakit.
Sembilan tahun kemudian, pas Dr. Tenma nyelamatin nyawa seorang kriminal, masa lalunya balik lagi buat menghantui dia—dia harus berhadapan langsung sama 'monster' yang dulu pernah dia operasi. Sekarang, dia mau nggak mau harus pergi memburu orang itu buat memperbaiki semua kekacauan yang udah diperbuat sama sosok yang dulu dia selamatkan.
Maomao, anak seorang tabib, terpaksa ninggalin hidupnya yang tenang gara-gara dijual ke kasta paling bawah di istana kekaisaran. Sekarang cuma jadi pelayan biasa, Maomao berusaha hidup kalem dan nyembunyiin ilmu medisnya yang luas biar nggak jadi pusat perhatian.
Nggak lama setelah dia sampai, anak-anak kaisar tiba-tiba sakit parah, kayak kena kutukan gitu. Karena penasaran, Maomao akhirnya memecahkan misteri itu dan coba ngasih bocoran secara anonim biar tetap nggak mencolok. Sayangnya, Jinshi, kasim ganteng yang jeli, malah tahu kalau itu ulah Maomao dan langsung nyari dia.
Karena bakatnya kelihatan, Maomao akhirnya dipromosikan jadi dayang buat selir kesayangan kaisar, Gyokuyou. Seiring Maomao terus nanganin berbagai penyakit di istana, kemampuan farmasinya pun jadi hal yang nggak tergantikan di sana.
Di dunia di mana para penyihir bisa ngeluarin sihir yang indah banget, Coco—seorang anak gadis biasa dari keluarga pengrajin—cuma bisa gigit jari sambil berharap dia terlahir sebagai penyihir. Masalahnya, rahasia cara merapal sihir itu dijaga ketat banget dan nggak boleh ketahuan sama orang biasa di luar silsilah penyihir. Tapi takdir Coco berubah total pas dia diem-diem ngeliat seorang penyihir bernama Qifrey lagi beraksi, yang otomatis ngebongkar rahasia asli di balik dunia sihir ke depan matanya sendiri.
Sayangnya, rasa penasaran Coco harus dibayar mahal banget. Karena nyoba-nyoba bereksperimen pakai sihir tanpa tahu apa-apa, sebuah mantra terlarang malah meledak dan ngubah ibu kandung yang disayanginya jadi batu. Qifrey yang ngerasa kasihan sekaligus ngeliat potensi besar di dalam diri Coco, akhirnya mutusin buat ngangkat gadis malang ini jadi muridnya, apalagi dia curiga kalau Coco gak sengaja dapet barang sihir dari kelompok penyihir sesat yang terlarang.
Sekarang, hidup Coco berubah 180 derajat. Menjaga rahasia sihir itu berat banget, apalagi Coco harus bertahan hidup di lingkungan menara sihir yang ngeliat dia sebelah mata sebagai "tamu tak diundang". Sambil terus belajar menguasai seni sihir dari nol, Coco harus berjuang mati-matian buat ngebuktiin kalau dia layak jadi penyihir sejati demi bisa nyelametin ibunya kembali!
Kousei Arima itu dulunya jago banget main piano sampai dijuluki 'Metronom Manusia' karena saking presisi dan sempurnanya. Gara-gara didikan keras ibunya yang disiplin abis, Kousei selalu menang di setiap kompetisi sampai bikin semua orang kagum sama bakatnya.
Tapi semuanya berubah pas ibunya meninggal dunia. Kousei jadi trauma berat sampai dia nggak bisa lagi dengar suara piano, yang akhirnya bikin dia berhenti total dari dunia musik. Sekarang, dia cuma jadi anak SMP biasa yang hidup tenang bareng dua sahabatnya, Tsubaki dan Ryouta, sambil berusaha buat berdamai sama masa lalunya.
Hidupnya yang tadinya hambar mendadak jadi ramai lagi pas dia ketemu Kaori Miyazono, pemain biola yang nyentrik. Kaori maksa Kousei buat balik lagi ke panggung sebagai pengiringnya. Lewat sebuah kebohongan kecil, hubungan mereka makin dekat dan Kaori pelan-pelan mulai mewarnai lagi dunia Kousei yang sempat kelabu.