Sebuah malam yang panjang di Kyoto menyimpan sejuta keajaiban surealis yang menanti untuk dijelajahi. Dalam balutan visual penuh warna, kisah komedi romantis yang eksentrik ini mengajak kita menelusuri lorong-lorong kota saat kehidupan malam baru saja dimulai.
Seorang mahasiswi bersemangat bernama Otome memutuskan untuk menjelajahi pesta semalam suntuk. Ia bertemu dengan berbagai sosok unik, mulai dari kolektor barang antik hingga aktor teater jalanan yang membawa suasana menjadi semakin gila dan tak terduga.
Di sisi lain, seorang pemuda bernama Senpai diam-diam terus membuntutinya dengan berbagai rencana konyol agar terlihat seperti kebetulan. Ia mencoba menarik perhatian gadis itu, namun usahanya justru sering kali berakhir dalam kekacauan yang sangat lucu.
Keduanya terjebak dalam arus peristiwa ajaib, di mana realitas mulai memudar dan imajinasi menjadi nyata. Apakah sang pemuda mampu menyatakan perasaannya, ataukah perbedaan kepribadian mereka menjadi penghalang besar di bawah gemerlap cahaya kota Kyoto?
Narasi ini mempertanyakan bagaimana keberanian dan rasa ingin tahu mampu mengubah satu malam biasa menjadi petualangan seumur hidup. Sebuah perjalanan yang penuh dengan filosofi tentang waktu, pertemuan tak terduga, dan indahnya mengejar cinta yang tak pasti.
Dunia modern yang sibuk ternyata menarik perhatian dua sosok suci yang memutuskan untuk rehat sejenak. Bergenre slice-of-life komedi, kisah ini membawa nuansa unik saat mereka mencoba berbaur dengan kehidupan warga Tokyo biasa tanpa harus menarik perhatian dunia luas.
Yesus dikenal sebagai pribadi yang sangat santai dan cukup boros dalam berbelanja barang unik. Meski berasal dari latar belakang ilahi, ia sangat menikmati kehidupan fana, bahkan sering kali terobsesi dengan hal-hal remeh yang ada di era digital ini.
Di sisi lain, ada Buddha yang memiliki sifat sangat hemat dan teliti dalam mengurus keuangan rumah tangga mereka. Perbedaan kepribadian yang mencolok antara keduanya sering memicu konflik konyol saat mereka harus berbagi apartemen kecil di Tachikawa.
Keduanya harus menghadapi tantangan duniawi yang tak terduga, mulai dari mengelola anggaran belanja bulanan hingga beradaptasi dengan budaya pop yang asing. Mereka berupaya keras menjaga rahasia jati diri mereka dari tetangga sekitar yang mulai curiga.
Ketegangan muncul saat rutinitas damai mereka terganggu oleh berbagai insiden lucu yang menguji kesabaran dan persahabatan suci mereka. Mampukah mereka tetap mempertahankan kedamaian batin di tengah hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur dan penuh godaan?