Dunia terancam hancur oleh sosok gurita kuning berkekuatan super. Kelas 3-E di SMP Kunugigaoka justru mendapatkan tugas mustahil untuk melenyapkannya sebelum bumi musnah. Film ini mengemas ulang perjalanan emosional penuh aksi dan komedi sekolah yang sangat tidak biasa.
Sosok guru misterius bernama Koro-sensei menjadi pusat perhatian utama. Meski berencana menghancurkan planet, ia justru mendidik murid-muridnya dengan penuh dedikasi. Hubungan mereka berkembang melampaui sekadar guru dan murid di tengah misi pembunuhan yang rumit.
Nagisa Shiota yang tampak tenang dan pendiam memikul beban besar sebagai pembunuh berbakat. Ia terus mengamati kelemahan gurunya sambil berjuang mencari jati diri. Kehadirannya menjadi kunci penting dalam dinamika kelas yang terus ditekan oleh situasi sulit.
Sementara itu, Karma Akabane hadir sebagai rival sekaligus rekan yang cerdas dan penuh strategi licik. Persaingan sehat mereka memicu pertumbuhan karakter di tengah latihan militer intensif. Keduanya harus bekerja sama menghadapi tantangan besar yang menguji.
Waktu terus berjalan cepat menuju batas akhir yang menentukan nasib seluruh umat manusia. Ikatan emosional di ruang kelas kini menjadi taruhan utama. Di antara tawa dan air mata, mampukah mereka menyelesaikan misi ini sebelum waktu yang tersisa benar-benar habis?
Semester kedua dimulai dengan ketegangan yang meningkat di SMP Kunugigaoka. Para murid Kelas 3-E kini harus menghadapi tantangan akademis sekaligus tekanan misi pembunuhan yang kian berat. Waktu terus berjalan, sementara ancaman penghancuran bumi oleh Koro-sensei kian nyata.
Sebagai guru sekaligus target, sang makhluk tentakel itu terus membimbing Nagisa Shiota dan kawan-kawan dengan cara unik. Hubungan mereka bukan sekadar pembunuh dan target, melainkan ikatan murid dengan mentor yang tulus mengajarkan nilai kehidupan di tengah tekanan.
Karma Akabane yang cerdas dan penuh ambisi terus memicu persaingan sengit, sementara Kayano Kaede mulai menyimpan rahasia kelam di balik senyum cerianya. Mereka berusaha menyeimbangkan ambisi membunuh dengan perjuangan meraih masa depan di sekolah yang kejam.
Konflik internal pun pecah saat sosok dari masa lalu mulai muncul, menguji kesetiaan dan mentalitas para murid. Ketegangan psikologis ini memaksa mereka menentukan pilihan sulit: apakah harus menuntaskan tugas negara atau mengikuti kata hati yang telah terikat kuat.
Puncak ujian datang saat batas waktu kian sempit, memicu konfrontasi besar yang mengubah cara pandang mereka tentang keadilan. Di kelas ini, pelajaran paling berharga bukanlah tentang teori buku, melainkan tentang bagaimana cara berdiri tegak menghadapi takdir.
Dunia terancam hancur saat sesosok makhluk gurita berkekuatan super menghancurkan sebagian bulan. Kini, ia menuntut untuk mengajar di kelas buangan SMP Kunugigaoka. Pemerintah terpaksa setuju, memberikan kesempatan pada murid-muridnya untuk membunuh sang guru demi keselamatan bumi.
Di kelas 3-E, para siswa yang dianggap gagal justru menemukan sosok pendidik luar biasa dalam diri Koro-sensei. Ia adalah target pembunuhan yang sangat cepat, namun di saat bersamaan, ia justru menjadi guru paling suportif yang pernah mereka miliki di sekolah.
Salah satu murid berbakat, Nagisa Shiota, terus mengamati kelemahan gurunya dengan cermat. Meski tampak pendiam dan lembut, ia memiliki insting pembunuh alami yang membuat sang guru waspada. Hubungan keduanya berkembang menjadi ikatan yang sangat unik serta emosional.
Konflik batin terus menghantui kelas tersebut karena mereka harus memilih antara membunuh sosok pembimbing yang peduli atau membiarkan dunia hancur. Karma Akabane pun ikut tertantang, menggunakan kecerdasannya untuk menyusun rencana serangan yang jauh lebih taktis.
Ketegangan antara misi mematikan dan pelajaran sekolah menciptakan dinamika yang tak terduga. Mereka harus mengasah kemampuan untuk melenyapkan target, sambil belajar tentang jati diri dan masa depan. Apakah mereka mampu menamatkan nyawa gurunya sebelum waktu habis?
Sebuah misteri lintas zaman dimulai ketika sekelompok anak misterius berambut putih muncul secara berkala di berbagai era sejarah. Mereka tampak abadi, dingin, dan terus mencari sesuatu yang hilang, memicu tanda tanya besar di balik keberadaan mereka.
Kehidupan Tohma berubah drastis saat ia bertemu dengan anak-anak aneh ini. Sifatnya yang pemberani namun polos membuatnya terjerat dalam teka-teki kuno yang melibatkan ingatan masa lalu dan rahasia besar yang tersembunyi jauh di balik bintang-bintang.
Bersama sahabatnya, Helga, seorang gadis berbakat yang menyimpan trauma mendalam lewat lukisannya, mereka mulai menyadari keterikatan takdir. Hubungan keduanya menjadi kunci untuk mengungkap identitas asli anak-anak tersebut dan alasan di balik misi pencarian.
Sementara itu, Dumas muncul sebagai sosok antagonis yang gigih menghalangi langkah mereka. Dengan kekuatan dan ambisi yang tak tergoyahkan, ia terus memburu anak-anak itu, menciptakan konflik emosional yang intens serta menguji loyalitas karakter di sana.
Ketegangan memuncak saat batas antara fiksi ilmiah dan drama emosional melebur menjadi satu. Mereka harus menghadapi kenyataan pahit tentang asal-usul jiwa, pengorbanan demi kasih sayang, serta perjuangan untuk pulang ke rumah yang telah lama mereka lupakan.