Semenjak ayahnya meninggal, Tanjirou Kamado harus nanggung beban buat ngidupin keluarganya sendirian. Walaupun hidup susah di gunung terpencil, keluarga Kamado tetap bisa ngerasain hidup yang damai dan bahagia. Suatu hari, Tanjirou mutusin buat turun ke desa buat jualan arang biar dapet duit tambahan. Pas lagi perjalanan balik, hari udah malem, akhirnya Tanjirou terpaksa nginep di rumah orang asing yang ngingetin dia soal iblis pemakan manusia yang suka berkeliaran di hutan pas malam hari.
Pas nyampe rumah besoknya, dia malah ngeliat pemandangan yang ngeri banget—seluruh keluarganya udah dibantai. Yang lebih parah lagi, satu-satunya yang selamat cuma adiknya, Nezuko, tapi dia udah berubah jadi iblis yang haus darah. Karena marah dan dendam banget, Tanjirou bersumpah buat bales dendam atas kematian keluarganya dan bakal terus nemenin satu-satunya adik yang dia punya.
Dibantu sama kelompok misterius yang nyebut diri mereka Korps Pembasmi Iblis, Tanjirou bakal ngelakuin apa aja buat ngebantai para iblis dan berusaha ngembaliin sisi manusia adiknya yang tersisa.
Dunia olahraga sekolah menengah diguncang oleh persaingan ping pong yang membara. Di balik meja kecil itu, setiap pukulan adalah pertaruhan harga diri dan ambisi para siswi yang ingin mendominasi turnamen bergengsi dengan gaya bermain yang unik serta kecepatan tinggi.
Ketenangan sekolah terusik saat Koyori Tsumujikaze pindah ke sana. Dengan bakat alaminya yang luar biasa, ia membawa warna baru ke klub ping pong yang sempat meredup. Kedatangannya memicu semangat rekan-rekannya untuk segera bangkit dari masa keterpurukan.
Agari Kamiya yang selama ini dikenal sebagai ratu klub merasa posisinya terancam oleh kedatangan si anak baru tersebut. Konflik batin pun muncul saat ia harus menghadapi kenyataan bahwa kemampuannya diuji oleh rival yang justru sangat ceria dan bersahabat.
Persahabatan mereka diuji di atas arena saat Hanabi Tenka dan anggota lainnya berjuang keras mengasah taktik. Mereka tidak hanya bertarung melawan lawan, tetapi juga melawan keraguan diri sendiri demi meraih gelar juara yang sudah diidamkan sejak lama.
Ketegangan memuncak di setiap set, di mana keringat dan air mata menjadi saksi perjuangan mereka. Fokus pada kerja sama tim serta dedikasi tinggi menjadi kunci utama bagi para gadis ini untuk membuktikan bahwa mereka pantas menjadi legenda di meja ping pong.