Drama romantis yang mendalam ini mengeksplorasi jalinan takdir dan luka masa lalu yang menghantui jiwa. Di balik gemerlap dunia modern, rahasia kelam perlahan terkuak, menuntut pengorbanan besar dan keberanian untuk menghadapi trauma yang selama ini tersimpan rapat.
Kisah ini berpusat pada **Himura Yuu**, pria misterius yang selalu mengawasi arus waktu. Pertemuannya dengan **Amamiya Yuuko** membuka kembali kenangan pahit yang dulu pernah mereka bagi, memicu konflik batin tentang cinta, penyesalan, dan arti dari sebuah keabadian.
Di sisi lain, kehidupan sang komposer **Kuze Shuuichi** mulai berubah drastis saat ia bertemu dengan **Hayama Mizuki**. Pertemuan yang tak terduga ini memaksa Shuuichi menghadapi realitas penyakitnya serta keraguan dalam membuka hati yang telah lama membeku karena kesepian.
Hubungan mereka penuh dengan gejolak emosi yang menguras air mata, di mana setiap karakter harus memilih antara memendam rasa atau berjuang demi kebahagiaan. Sifat mereka yang kompleks membuat setiap pilihan menjadi beban berat yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
Ketegangan memuncak saat batas antara masa lalu dan masa depan semakin kabur, menantang mereka untuk menemukan makna cinta sejati. Melalui melodi yang menyayat hati, mereka berusaha menyembuhkan luka dan meraih harapan di tengah dunia yang terasa sangat tidak adil.
Dunia penuh melodi emosional ini mempertemukan berbagai jiwa yang kesepian di kota kecil yang tenang saat malam Natal tiba. Melalui jalinan takdir, para remaja harus menghadapi luka masa lalu dan realita pahit kehidupan yang perlahan menguji keteguhan hati mereka.
Pertemuan tak terduga terjadi antara Hiro Hirono, seorang seniman muda yang penuh ambisi, dengan gadis misterius bernama Miyako Miyamura. Ketertarikan mendalam pun muncul, namun hubungan mereka mulai terusik oleh kehadiran sosok dari masa lalu yang rumit.
Di sisi lain, terdapat kisah Renji Asou yang pemalu. Ia jatuh hati pada Chihiro Shindou, seorang gadis yang menderita kondisi khusus di mana ingatannya akan terus terhapus setiap dua puluh empat jam, menjadikannya sosok yang sangat rapuh dan kesepian.
Kisah ini semakin dalam dengan kehadiran Kei Shindou yang menyimpan perasaan terpendam serta Kyosuke Tsutsumi yang mencoba menangkap esensi kehidupan melalui lensa kameranya. Mereka terjebak dalam dilema antara keinginan egois dan pengorbanan tulus.
Dramatisasi kehidupan ini menyoroti bagaimana cinta mampu menyembuhkan sekaligus melukai seseorang secara mendalam. Akankah kenangan yang memudar dan mimpi yang hancur bisa disatukan kembali saat mereka berjuang mencari makna kebahagiaan di tengah kerasnya takdir yang kejam?
Dunia penuh teror di mana monster pemakan manusia bernama Yoma berkeliaran bebas memangsa penduduk desa. Satu-satunya harapan umat manusia adalah organisasi misterius yang menciptakan prajurit wanita tangguh setengah manusia dengan mata perak tajam.
Mereka dikenal sebagai Clare, prajurit elit yang membawa pedang besar dan kekuatan supranatural. Ia berkelana sebagai pemburu bayaran, membasmi makhluk kejam tersebut sambil menanggung beban masa lalu yang gelap serta kutukan di tubuhnya.
Suatu hari, ia bertemu Raki, seorang pemuda sebatang kara yang kehilangan segalanya akibat serangan Yoma. Pertemuan tak terduga ini mengubah segalanya, membentuk ikatan emosional unik di tengah kerasnya perjalanan hidup sebagai seorang petarung.
Kehadiran Raki memaksa Clare mempertanyakan sisi kemanusiaannya yang perlahan memudar. Semakin sering ia menggunakan kekuatan iblis di dalam dirinya, semakin besar risiko ia kehilangan jati diri dan berubah menjadi monster yang justru ia buru sendiri.
Ketegangan memuncak saat mereka menghadapi konspirasi organisasi dan musuh yang jauh lebih kuat. Perjuangan untuk bertahan hidup kini menjadi ujian moral yang berat, di mana garis antara pahlawan dan monster semakin tipis di dunia yang penuh kekejaman.
Dunia hewan ini bukan tempat bagi mereka yang perkasa, melainkan kumpulan para pecundang yang mencoba bertahan hidup. Dalam kehidupan sehari-hari yang penuh komedi absurd, setiap makhluk berjuang menghadapi kekurangan diri sendiri dengan cara yang konyol.
Tokoh utamanya adalah Uruno, seekor serigala malang yang terlalu penakut untuk menjadi predator. Dia terjebak dalam dilema karena sifatnya yang lemah lembut, membuat interaksinya dengan penghuni hutan lainnya menjadi canggung dan sangat lucu.
Kehadiran Usahara yang sinis memberikan bumbu konflik tersendiri di tengah kelompok aneh ini. Sebagai kelinci yang sangat kasar, dia sering kali memancing kekacauan, membuat dinamika pertemanan mereka selalu penuh dengan pertengkaran dan kesalahpahaman.
Ada pula Chiiko, seekor cheetah yang sangat lamban dalam segala hal. Kepribadiannya yang santai justru menjadi antitesis sempurna bagi lingkungan yang menuntut kecepatan, mempertegas betapa tidak bergunanya mereka di mata hukum alam liar yang sangat kejam.
Perjalanan mereka adalah tentang menerima ketidaksempurnaan di tengah dunia yang keras. Meski sering terjebak dalam masalah konyol, ikatan persahabatan yang unik ini membuktikan bahwa meski tidak berguna, hidup tetap punya sisi manis untuk terus dinikmati.