Pertarungan hidup mati umat manusia melawan para dewa kini memasuki babak yang makin brutal. Arena Valhalla menjadi saksi bisu ambisi untuk memusnahkan peradaban, memaksa para petarung terkuat dari sejarah dunia untuk bangkit demi mempertahankan eksistensi rasnya.
Sosok Brunhilde terus berupaya mencari petarung mematikan demi mengimbangi kekuatan surgawi yang melimpah. Tekadnya yang dingin beradu dengan kepribadian Göll yang penuh keraguan, menciptakan dinamika emosional di tengah arena penuh darah.
Di pihak lawan, Zeus tetap menjadi sosok otoriter yang haus akan kehancuran mutlak. Kepribadiannya yang arogan memicu tensi tinggi, menantang para manusia untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pion lemah yang bisa dimusnahkan kapan saja oleh sang pencipta.
Kini, Sasaki Kojiro dan jajaran petarung legendaris lainnya harus menghadapi musuh dengan kekuatan supranatural yang tak terbayangkan. Hubungan antara pahlawan dan dewa ini terjalin dalam kebencian murni, mengubah setiap serangan menjadi sebuah pertunjukan teknis yang sangat mematikan.
Konflik mencapai titik didih saat batas antara keadilan dan ego mulai kabur. Tema tentang martabat manusia melawan kesombongan ilahi menjadi pusat narasi, menguji keberanian mereka dalam pertarungan yang akan menentukan nasib masa depan seluruh alam semesta selamanya.
Di masa depan yang jauh, sebuah bencana ruang angkasa menyapu stasiun pelatihan Lieber Delta hingga hancur lebur. Para remaja yang selamat terjebak di dalam kapal misterius Ryvius, terisolasi sepenuhnya di tengah kegelapan semesta yang sangat dingin.
Kondisi kapal yang genting memaksa Kouji Aiba dan kawan-kawannya untuk segera mengambil kendali. Mereka harus menghadapi ancaman musuh yang tak dikenal, sekaligus mengelola sumber daya terbatas demi bertahan hidup di balik ketakutan mendalam.
Ketegangan memuncak saat munculnya perbedaan ideologi antara Yuki Aiba yang kaku dengan saudaranya. Konflik internal pun pecah, memicu perebutan kekuasaan yang kejam di antara remaja yang mulai kehilangan kewarasan akibat tekanan situasi yang luar biasa.
Di sisi lain, Faina S. Shinozaki berusaha menjaga kedamaian di tengah kekacauan, namun sistem hierarki yang diskriminatif justru membuat situasi semakin runyam. Setiap keputusan yang diambil menjadi pertaruhan nyawa bagi seluruh penghuni kapal tersebut.
Anime ini menyelami sisi gelap psikologi manusia ketika dipaksa dewasa oleh keadaan ekstrem. Hubungan persahabatan diuji oleh paranoia dan kekuasaan, mempertanyakan apakah moralitas masih bisa bertahan saat harapan untuk pulang perlahan-lahan mulai memudar.