Menyambut musim semi yang penuh dengan degup jantung, kisah ini mengajak kita menelusuri manisnya kenangan yang terajut lewat benang merah takdir. Di sebuah kota kecil yang tenang, setiap momen berharga mulai berubah menjadi sebuah memorial cinta yang abadi.
Minami adalah gadis ceria yang selalu menyimpan rahasia di balik senyumnya. Pertemuannya dengan Ren, seorang pemuda pendiam yang ahli merangkai bunga, perlahan membuka lembaran emosi baru yang selama ini terkunci rapat dalam ingatan.
Hubungan keduanya berkembang melalui surat-surat tua yang ditemukan di perpustakaan sekolah. Konflik muncul saat bayang-bayang masa lalu mulai menguji ketulusan mereka, memaksa keduanya memilih antara tetap berpijak pada nostalgia atau melangkah maju.
Sementara itu, Emi hadir sebagai katalis yang menantang kesetiaan mereka. Kehadirannya memicu perdebatan batin yang mendalam, menguji seberapa besar arti janji masa kecil ketika realita kehidupan mulai menuntut kedewasaan serta pilihan yang sulit.
Ketegangan memuncak saat festival kembang api mendekat, menjadi ajang pembuktian perasaan yang selama ini terpendam. Akankah mereka mampu merayakan hari peringatan cinta mereka, atau justru membiarkannya hanyut bersama waktu yang terus bergulir tanpa henti?