Dunia fantasi dan realitas melebur dalam kisah biopik surealis yang memukau. Berlatar pedesaan Iwate yang tenang, narasi ini membawa penonton menjelajahi labirin pikiran seorang visioner yang mencoba menangkap esensi keindahan alam ke dalam untaian kata-kata puitis.
Sosok eksentrik bernama Kenji Miyazawa hadir sebagai pusat pusaran emosi. Ia adalah seorang penyair sekaligus pendidik yang bergelut dengan konflik batin antara tanggung jawab sosial terhadap keluarga dan panggilan jiwanya untuk menciptakan dunia imajinasi.
Hubungan intens terjadi saat ia berinteraksi dengan adik kesayangannya, Toshi. Sang adik menjadi jangkar emosional yang memahami kegelisahan serta visi artistik sang kakak di tengah tekanan kehidupan yang menghimpit dan ekspektasi masyarakat yang terasa kaku.
Muncul pula Kotaro, seorang rekan yang skeptis namun terpesona pada idealisme sang penyair. Interaksi mereka menciptakan ketegangan filosofis yang tajam mengenai arti kebahagiaan sejati dan bagaimana seseorang harus bertahan hidup di tengah kerasnya kenyataan dunia.
Klimaks emosional memuncak ketika batas antara kenyataan dan mimpi mulai retak. Pencarian makna hidup dan dedikasi pada seni menjadi benang merah yang menghantui setiap langkah sang tokoh, memaksa penonton merenungkan eksistensi manusia yang fana namun abadi.
Antologi eksperimental ini membawa penonton melintasi batas imajinasi liar yang mendobrak pakem anime konvensional. Melalui gaya visual unik dan narasi surealis, film ini mengeksplorasi kondisi manusia dalam dunia yang terus berubah tanpa kompromi logika.
Di tengah kekacauan, Gala berusaha menavigasi realitas yang retak. Dia adalah sosok penuh tekad yang terjebak dalam pusaran konflik eksistensial, mencoba memahami perannya di dunia yang seolah tidak memiliki batasan fisik maupun emosi nyata.
Pertemuannya dengan Frog memicu dinamika batin yang kompleks. Hubungan mereka bukan sekadar persahabatan, melainkan cerminan dari pergulatan identitas dan keraguan diri. Keduanya saling terikat dalam situasi genting yang memaksa mereka untuk terus maju.
Konflik memuncak saat Wanwa muncul menantang status quo yang ada. Kehadirannya menguji keteguhan hati para karakter, memicu pertentangan nilai yang mendalam tentang arti kebebasan, tanggung jawab, dan keberanian untuk menghadapi masa depan yang sangat abstrak.
Tema besar tentang pencarian jati diri menyatu dalam visual yang memukau. Setiap langkah mereka adalah refleksi dari harapan di tengah ketidakpastian, mempertanyakan seberapa jauh seseorang bisa melangkah ketika realitas sudah kehilangan bentuk aslinya.