Dunia komedi gelap ini dimulai ketika seorang mahasiswi penyihir bernama Yurine Hanazono berhasil memanggil makhluk dari neraka. Ia justru terjebak dalam situasi absurd karena sang iblis tidak bisa kembali ke dunianya tanpa bantuan sang pemanggil.
Makhluk setengah ular ini, Jashin-chan, memiliki kepribadian egois dan licik yang selalu merencanakan pembunuhan untuk mengakhiri kontrak sihirnya. Namun, setiap usaha serangan brutalnya selalu berujung pada kegagalan konyol yang justru menyakitkan.
Di sisi lain, terdapat Medusa, sahabat iblis yang sangat baik hati namun terlalu mudah dimanfaatkan oleh sang protagonis yang tamak. Hubungan pertemanan mereka yang toksik namun lucu memberikan warna unik di tengah kekacauan hidup mereka yang sangatlah tidak biasa.
Kehidupan sehari-hari mereka dipenuhi oleh karakter pendukung yang eksentrik, mulai dari malaikat yang jatuh hingga monster yang berusaha beradaptasi dengan budaya modern. Kekacauan yang terjadi di apartemen sempit tersebut menciptakan dinamika penuh tawa dan kekerasan.
Apakah sang iblis sombong ini akhirnya akan berhasil mengalahkan majikannya, atau justru ia akan terus menderita dalam siklus kekalahan yang memalukan? Tema persahabatan yang unik dan humor gelap menjadi bumbu utama dalam setiap episode yang penuh dengan kejutan tak terduga.
Kekacauan komedi supranatural kembali meledak dengan tingkah polah absurd penghuni neraka yang terdampar di dunia manusia. Kehidupan sehari-hari yang damai terusik oleh berbagai rencana jahat yang berakhir gagal total, menciptakan dinamika unik penuh canda tawa.
Sang iblis ular, Jashin-chan, masih terjebak di apartemen sempit milik seorang mahasiswi penyihir bernama Yurine Hanazono. Hubungan mereka yang toksik namun lucu terus berlanjut dengan bumbu kekerasan komedi yang tak pernah ada habisnya.
Di sisi lain, kehadiran Pekola, malaikat malang yang kehilangan mahkotanya, menambah kerumitan cerita. Dia terjebak dalam kemiskinan dan penderitaan, sementara Medusa selalu berusaha menjadi penengah yang baik hati di tengah konflik antara iblis dan manusia.
Karakter unik lainnya seperti Minos, sang minotaur yang santai, dan Poporon, malaikat idola yang licik, turut meramaikan suasana. Setiap pertemuan mereka membawa kekacauan baru, menantang kesabaran sang penyihir yang selalu siap memberi hukuman fisik.
Perseteruan sengit demi bertahan hidup dan hasrat untuk saling menjatuhkan menjadi tema utama dalam petualangan gila ini. Akankah ada akhir bagi dendam kesumat sang iblis, ataukah mereka akan terus terperangkap dalam lingkaran takdir yang penuh komedi gelap?
Dunia komedi gelap ini memuncak dengan kekacauan yang tak terduga. Kehidupan sehari-hari yang damai di apartemen sempit tiba-tiba berubah menjadi medan perang penuh tawa. Ketegangan antara dunia manusia dan iblis kini mencapai batas yang sangat menghibur.
Jashin-chan, iblis berwujud ular yang penuh kelicikan, terus berusaha merancang rencana jahat demi melenyapkan tuannya. Ambisi pribadinya yang egois selalu berujung pada kesialan yang menyakitkan dirinya sendiri karena pertahanan magis yang kuat.
Sementara itu, Yurine Hanazono tetap tampil tenang dengan sikapnya yang dingin dan penuh otoritas. Sebagai pemilik grimoire, dia memegang kendali penuh atas nasib sang iblis, menciptakan dinamika hubungan tuan dan pelayan yang sangat unik sekaligus kocak.
Karakter pendukung seperti Medusa yang baik hati dan Pekola yang sedang menderita akibat kehilangan kekuatannya menambah warna dalam konflik. Mereka semua terjebak dalam pusaran masalah yang sering kali dipicu oleh obsesi aneh sang protagonis ular.
Ketegangan antara niat membunuh dan rutinitas konyol ini membawa pesan unik tentang persahabatan yang tidak lazim. Episode ini menyajikan kekacauan puncak yang menguji kesabaran sekaligus mengundang gelak tawa penonton lewat tingkah laku para karakternya.
Sebuah komedi romantis yang sedikit unik ini membawa penonton ke dalam dinamika hubungan antar generasi yang canggung. Pertemuan tak terduga di tangga stasiun kereta menjadi awal dari obsesi mengejutkan yang mendobrak batas norma sosial dan etika sehari-hari.
Sosok Ryo Amakusa adalah pria mapan yang terobsesi mengejar cinta secara agresif. Ia terjebak dalam rasa kagum yang tak masuk akal terhadap seorang gadis SMA. Baginya, ini adalah cinta sejati, namun bagi orang lain, perilakunya terasa sangat menyimpang.
Di sisi lain, ada Ichika Arima, siswi SMA biasa yang justru merasa jijik dengan pendekatan Ryo yang kelewat batas. Ia harus menghadapi kenyataan pahit saat pria dewasa itu terus-menerus mengganggunya dengan berbagai hadiah dan rayuan yang sangat konyol.
Hubungan mereka yang timpang ini menciptakan konflik komedi sekaligus drama psikologis yang tajam. Ichika berusaha keras untuk mengabaikan Ryo, namun pria itu justru semakin bersemangat. Mereka terjebak dalam permainan tarik ulur yang menguji kesabaran satu sama lain.
Apakah ketulusan Ryo mampu meluluhkan hati Ichika, atau justru akan berakhir dengan penolakan tragis? Cerita ini mengeksplorasi batas tipis antara kasih sayang tulus dan obsesi berlebihan yang mendebarkan, sekaligus menantang pandangan kita tentang arti cinta.