Dunia sekolah yang tampak tenang berubah menjadi medan permainan psikologis yang mencekam. Sebuah kekuatan misterius mulai merasuki pikiran para siswi, mengubah keseharian yang damai menjadi tatanan baru yang penuh dengan manipulasi serta obsesi gelap tersembunyi.
Sosok Kakeru hadir sebagai pusat dari fenomena aneh ini. Dengan memanfaatkan kemampuan hipnotis yang tak terduga, ia mulai mengendalikan tindakan orang-orang di sekitarnya. Keinginan egoisnya perlahan menghancurkan batasan moral di dalam sekolah.
Di sisi lain, Akane berusaha bertahan hidup di tengah guncangan mental yang menimpa teman-temannya. Ia merasa ada sesuatu yang salah dengan perubahan sikap drastis orang terdekatnya, namun ia terjebak dalam jaring pengaruh yang semakin tak terkendali.
Hubungan di antara mereka menjadi sangat tegang dan penuh kecurigaan. Sementara itu, Miyuki yang lugu justru menjadi sasaran empuk berikutnya. Tekanan psikologis ini memaksa mereka untuk menghadapi rahasia kelam yang selama ini tersimpan rapat.
Ketegangan memuncak saat kebenaran di balik kekuatan hipnotis tersebut mulai terungkap. Ketika garis antara kesadaran dan kendali orang lain semakin kabur, mereka harus berjuang mempertahankan jati diri sebelum semuanya direnggut oleh pengaruh yang merusak.
Dunia percintaan yang penuh gejolak emosi kembali tersaji dalam kisah romansa dewasa yang intens ini. Konflik batin dan hasrat terpendam menjadi bumbu utama, menghadirkan atmosfer yang mendebarkan di setiap sudut kehidupan sehari-hari para pemeran utamanya.
Sosok Kakeru kini terjebak dalam dilema perasaan yang rumit saat berinteraksi dengan orang-orang terdekatnya. Kedekatan yang seharusnya biasa saja perlahan berubah menjadi ketegangan emosional yang sulit untuk dihindari oleh dirinya sendiri.
Munculnya Shizuku membawa dinamika baru yang menantang stabilitas mental serta logika sang pemuda. Kepribadiannya yang dominan namun menyimpan kerentanan membuat hubungan mereka semakin panas dan penuh dengan tarikan magnetis yang cukup membingungkan.
Situasi semakin pelik karena kehadiran Kaede, yang diam-diam mengamati perubahan drastis dalam interaksi mereka. Rasa cemburu dan keinginan untuk memiliki menjadi pemicu utama keretakan yang perlahan mulai mengancam ikatan erat di antara mereka semua.
Puncak konflik emosional akan menguji batasan moral serta kesetiaan setiap individu yang terlibat. Apakah mereka sanggup menghadapi kejujuran perasaan yang selama ini disembunyikan rapat di balik topeng kedewasaan, atau justru harus kehilangan satu sama lain?