Dunia berubah kacau saat garis antara fantasi dan realitas memudar akibat sebuah fenomena misterius. Kini, kehidupan sehari-hari mendadak berubah menjadi sebuah simulasi kencan yang penuh dengan situasi nakal, pilihan dialog sulit, dan konsekuensi romantis yang tak terduga bagi semua orang.
Kakeru, seorang remaja biasa yang sangat kikuk, mendapati dirinya terjebak dalam pusaran kejadian erotis yang membingungkan. Ia harus berjuang menavigasi setiap skenario liar yang muncul tiba-tiba, sembari berusaha tetap menjaga kewarasan di tengah kekacauan sistem dunia baru tersebut.
Hubungannya dengan Miyuki, teman masa kecil yang diam-diam ia sukai, menjadi semakin rumit karena intervensi sistem permainan ini. Setiap langkah yang diambil Kakeru memicu afeksi yang tidak wajar, memaksa mereka menghadapi dilema perasaan yang sangat emosional dan intens.
Kehadiran Rina, siswi populer yang dingin, semakin menambah bumbu drama saat ia tiba-tiba menjadi sangat posesif akibat skrip permainan yang tak masuk akal. Persaingan kasih sayang yang terjadi di antara mereka menciptakan konflik batin yang sangat menguji kesetiaan serta prinsip hidup.
Apakah mereka mampu memutus rantai simulasi ini atau justru terjebak selamanya dalam hasrat dunia yang terdistorsi? Pertarungan untuk mempertahankan identitas diri di balik topeng karakter fiksi menjadi inti utama dari perjuangan mereka yang penuh dengan godaan dan emosi yang membara.
Dunia kedamaian keluarga tiba-tiba terguncang saat sebuah rahasia kelam mulai merayap masuk ke dalam rumah. Genre ini memadukan ketegangan psikologis dengan elemen fantasi yang sangat liar, menciptakan atmosfer mencekam namun penuh dengan godaan tak terelakkan.
Sosok Kakeru menjadi pusat badai setelah ia menemukan sebuah alat misterius yang mampu memanipulasi kesadaran orang lain. Kemampuan terlarang ini perlahan mengubah dinamika rumah tangganya yang tadinya hangat menjadi arena permainan hasrat yang sangat berbahaya.
Ibu tiri yang anggun, Reiko, perlahan kehilangan jati dirinya akibat pengaruh kekuatan hipnosis tersebut. Konflik batin muncul ketika batasan moral mulai kabur, menempatkan hubungan mereka dalam posisi yang sangat rentan dan penuh dengan ketegangan emosional.
Tidak hanya itu, sang adik Mina juga terjebak dalam pusaran obsesi yang semakin liar dan tak terkendali. Kakeru harus bergulat dengan rasa bersalahnya sendiri saat ia melihat orang-orang yang dicintainya perlahan berubah menjadi boneka tanpa kendali atas diri sendiri.
Ketegangan memuncak saat kebenaran tentang kekuatan hipnosis itu mulai mengancam stabilitas mental seluruh anggota keluarga. Apakah mereka bisa melepaskan diri dari pengaruh hipnotis, ataukah keinginan egois akan membawa kehancuran total bagi ikatan keluarga mereka yang rapuh?