Edo tahun 1814 adalah tempat penuh keajaiban dan hiruk-pikuk kehidupan seniman. Di tengah kota yang semarak itu, seni lukis menjadi napas bagi masyarakat. Suasana historis berpadu dengan unsur supranatural yang kental, menyajikan potret kehidupan para pelukis legendaris yang mencoba mengabadikan dunia melalui goresan kuas mereka.
Sosok O-Ei adalah perempuan tangguh yang memiliki bakat luar biasa besar. Ia menghabiskan hari-harinya di balik bayang-bayang sang ayah, Tetsuzo, seorang pelukis jenius yang eksentrik. Hubungan keduanya yang rumit menciptakan dinamika menarik antara rasa hormat dan persaingan artistik yang sangat sengit.
Meskipun sering dianggap remeh oleh dunia karena gendernya, dia tetap teguh berkarya dengan gaya tegasnya. Dia memikul beban ekspektasi sekaligus kebebasan berekspresi di masa sulit. Pertentangan batinnya menjadi inti narasi, saat ia mencari identitas diri di antara bayang-bayang sang maestro yang sangat besar.
Interaksi antara mereka tidak hanya terbatas pada kanvas, tetapi juga merambah ke ranah mistis yang sering mengganggu pikiran mereka. Kehadiran adik perempuannya yang buta, O-Nao, menambah kedalaman emosional dan kerentanan yang menyentuh hati, menuntut perhatian lebih di tengah kesibukan melukis yang tak pernah usai.
Karya seni bukan sekadar pelarian, melainkan cerminan jiwa yang terbelah antara realita pahit dan imajinasi liar. Saat garis tipis dunia nyata dan alam gaib mulai kabur, setiap sapuan kuas menjadi saksi bisu perjuangan seseorang yang ingin diakui keberadaannya melampaui sekadar nama besar keluarga.
Dunia dilanda kekacauan saat wabah misterius mulai menyebar di kekaisaran besar. Di tengah kepanikan, sebuah tambang garam menjadi saksi bisu serangan kawanan anjing liar yang membawa malapetaka mematikan. Para tahanan terjebak dalam kengerian yang tak terelakkan.
Van, seorang mantan pejuang tangguh yang kini menjadi budak, berhasil selamat dari kekacauan berdarah tersebut. Dalam pelariannya, ia bertemu dengan Yuna, seorang gadis kecil yatim piatu yang mengubah hidupnya dan menjadi tujuannya bertahan.
Mereka berdua kini menjadi buronan yang membawa rahasia besar di balik wabah tersebut. Van harus melindungi Yuna dari kejaran tentara kekaisaran yang kejam, sekaligus berjuang melawan kutukan aneh yang mulai mengalir deras dalam tubuhnya selama perjalanan ini.
Di sisi lain, seorang dokter berbakat bernama Hossaru ditugaskan untuk menyelidiki asal-usul penyakit ini. Ia berpacu dengan waktu, mencari jawaban medis di tengah intrik politik yang licik, demi mencegah kepunahan umat manusia yang semakin nyata.
Perjalanan emosional mereka akan menguji batas moral dan kekuatan ikatan kasih sayang. Di antara perang besar dan wabah yang mencekam, bisakah mereka menemukan kebenaran yang tersembunyi di balik takdir? Sebuah kisah epik tentang harapan dan pengorbanan.