Berlatar di kota pesisir yang tenang, kisah drama slice-of-life ini membawa kita pada keajaiban kata-kata yang terucap. Fokusnya adalah pada kekuatan suara yang mampu menjembatani perasaan, harapan, serta impian masa muda yang sering kali sulit tersampaikan.
Gadis ceria bernama Nagisa selalu percaya pada legenda kotak kata yang mengabulkan permintaan. Namun, keraguan muncul saat ia mencoba mencari jati diri di tengah bisingnya ekspektasi orang dewasa yang menekan masa depannya untuk segera menjadi matang.
Ia mengajak teman-temannya, termasuk si pendiam Kaede dan Shizuku yang analitis, untuk menjalankan stasiun radio mini tak terpakai. Proyek iseng ini perlahan menjadi tempat mereka berbagi keresahan, rahasia terdalam, dan segala isi hati yang terpendam.
Hubungan persahabatan mereka diuji oleh perbedaan pandangan dan trauma masa lalu yang dibawa Kanna. Ketegangan memuncak ketika mereka harus memutuskan apakah akan terus mempertahankan impian idealis atau menyerah pada realitas yang sangat pahit dan menuntut.
Di tengah konflik batin yang mendalam, mereka berusaha menemukan keberanian untuk menyuarakan kejujuran. Apakah frekuensi suara mereka mampu menembus batasan ego dan egoisme demi menyatukan kembali ikatan yang hampir retak oleh waktu yang terus berjalan maju?