Dunia remaja perempuan yang penuh warna dan melankolis tersaji dalam drama sekolah ini. Suasana hangat di antara bunga-bunga tersembunyi menjadi latar tempat emosi tumbuh dengan alami, membawa penonton menyelami kerumitan hati yang sedang mencari jati diri.
Fumi Manjoume baru saja kembali ke kota masa kecilnya dan bertemu kembali dengan sahabat lamanya. Pertemuan tak terduga ini membangkitkan kenangan manis sekaligus membuka pintu bagi perasaan yang jauh lebih dalam dari sekadar persahabatan biasa.
Di sisi lain, sosok populer bernama Akira Okudaira hadir dengan kepribadian yang ceria dan penuh energi. Kehadirannya menjadi penyeimbang bagi sifat Fumi yang pemalu, menciptakan dinamika unik di tengah tuntutan kehidupan sekolah yang semakin menekan.
Konflik batin muncul saat mereka mulai menavigasi cinta pertama yang tak terduga. Kehadiran Yasuko Sugimoto yang karismatik menambah ketegangan emosional, memaksa setiap karakter untuk jujur pada keinginan terdalam di tengah ekspektasi sosial yang ada.
Ketulusan dan rasa sakit cinta remaja terjalin apik dalam balutan visual yang estetis. Menjelajahi setiap detik kegelisahan hati, kisah ini mengajak kita memahami arti keberanian untuk mencintai meski harus menghadapi kenyataan yang sangat tidak pasti.
Suasana komedi absurd kembali memanas saat malam perayaan kostum tiba di sekolah. Kali ini, kekacauan bukan sekadar lelucon biasa, melainkan insiden tak terduga yang melibatkan benda keramat dan kesalahpahaman konyol yang memicu kekacauan besar di kelas.
Yasuna yang penuh energi justru membawa petaka baru. Dia secara ceroboh tidak sengaja merusak sebuah patung Buddha kuno saat mencoba berdandan, memicu kepanikan luar biasa di antara teman-temannya yang ketakutan akan kutukan malam Halloween.
Di sisi lain, Sonya harus menahan amarah sambil tetap berusaha menyembunyikan identitas pembunuh bayarannya dari intaian orang sekitar. Hubungan unik mereka yang penuh ketegangan komikal pun diuji saat harus memperbaiki kerusakan sebelum semuanya terbongkar.
Munculnya Agiri yang misterius menambah bumbu kekacauan. Dengan gaya bicaranya yang lambat dan tak terduga, dia justru memperkeruh keadaan, membuat situasi semakin tidak terkendali saat mencoba membantu teman-temannya dengan cara ninja yang sangat aneh.
Persahabatan mereka dipertaruhkan dalam balutan komedi gelap yang mengocok perut. Mampukah mereka selamat dari sanksi sekolah dan kutukan patung tersebut? Petualangan kocak ini menggali sisi lain persahabatan mereka di tengah situasi yang sangat tidak masuk akal.
Dunia SMA yang terlihat biasa saja ternyata menyimpan rahasia konyol. Genre komedi absurd ini menyuguhkan keseharian unik yang penuh kekacauan saat seorang pembunuh bayaran profesional harus beradaptasi menjadi siswi sekolah menengah yang sangat polos.
Yasuna Oribe adalah gadis hiperaktif yang tidak tahu rasa takut. Ia justru sangat terobsesi berteman dengan Sonya, sosok gadis dingin dan misterius yang diam-diam bekerja sebagai pembunuh bayaran tangguh di sela waktu belajarnya.
Hubungan mereka berdua sangat kontras dan penuh gesekan. Yasuna yang ceria sering kali memancing amarah Sonya dengan tingkah konyolnya, membuat Sonya selalu bereaksi dengan serangan fisik mematikan khas seorang pembunuh yang terlatih secara brutal.
Kehadiran Agiri Goshiki, seorang ninja yang tidak kompeten, semakin memperkeruh suasana sekolah. Keberadaan mereka bertiga menciptakan dinamika aneh yang mengundang gelak tawa, di mana batas antara kehidupan sekolah normal dan misi maut semakin kabur.
Setiap hari menjadi ajang bertahan hidup bagi Yasuna yang keras kepala di tengah ancaman senjata tajam. Kekacauan ini menjadi bumbu utama, membuktikan bahwa persahabatan sejati terkadang harus dibayar dengan rasa sakit dan tawa yang sangat tidak masuk akal.