Panggung teater Mankai kembali hidup setelah sukses besar dari grup musim semi dan panas. Kini giliran dua grup baru, Autumn dan Winter, yang harus unjuk gigi untuk menyelamatkan agensi dari kebangkrutan total. Suasana pun berubah drastis menjadi lebih intens.
Grup Autumn diisi oleh para berandalan yang penuh amarah. Banri Settsu harus memimpin anggota yang sulit diatur, memicu benturan ego yang keras. Mereka belajar bahwa akting bukan sekadar aksi, melainkan cara jujur untuk menyampaikan emosi yang terpendam.
Di sisi lain, grup Winter membawa aura dewasa dan melankolis. Tsumugi Tsukioka memimpin para aktor dengan latar belakang rumit yang mencari tempat untuk pulang. Mereka mencoba merajut harmoni di tengah perbedaan masa lalu yang sangat kelam dan menyakitkan.
Konflik internal dan eksternal pun mulai menguji persahabatan mereka di balik tirai. Tantangan semakin berat saat mereka harus menghadapi ekspektasi penonton yang tinggi, menuntut perubahan karakter yang drastis agar drama yang disajikan benar-benar terasa nyata.
Apakah mereka mampu menyatu sebagai keluarga baru sebelum panggung utama dibuka? Drama panggung menjadi saksi bisu perjuangan, tawa, dan air mata para pemuda ini. Inilah perjalanan emosional tentang menemukan jati diri melalui seni peran yang memikat hati penonton.
Velvet Way adalah distrik teater yang kini sepi, jauh dari masa kejayaan MANKAI Company. Keadaan berubah drastis saat Izumi Tachibana datang membawa harapan baru demi menghidupkan kembali panggung yang hampir bangkrut karena hutang besar dan krisis talenta.
Gadis ini harus merekrut aktor berbakat untuk mengembalikan kejayaan teater tersebut. Ia pun bertemu Sakuya Sakuma, sosok pemuda penuh semangat yang menjadi simbol kebangkitan Spring Troupe, meski mereka harus menghadapi berbagai hambatan teknis yang berat.
Konflik internal mulai muncul saat perbedaan kepribadian di antara anggota grup menjadi tantangan nyata. Kehadiran Tenma Sumeragi dari Summer Troupe menambah dinamika cerita, membawa ego serta ambisi besar yang kerap kali memicu gesekan di ruang latihan.
Setiap aktor memiliki luka masa lalu yang membayangi penampilan mereka di atas panggung. Mereka harus belajar saling percaya dan memahami satu sama lain agar pesan dari setiap naskah dapat tersampaikan dengan sempurna kepada para penonton yang telah lama menanti.
Inilah kisah tentang dedikasi, air mata, dan persahabatan yang tumbuh di balik layar. Dengan arahan sang direktur muda, para aktor ini berjuang menembus keterbatasan demi membuktikan bahwa seni peran tetap memiliki tempat spesial di hati semua orang.