Dunia berubah kacau saat garis antara fantasi dan realitas memudar akibat sebuah fenomena misterius. Kini, kehidupan sehari-hari mendadak berubah menjadi sebuah simulasi kencan yang penuh dengan situasi nakal, pilihan dialog sulit, dan konsekuensi romantis yang tak terduga bagi semua orang.
Kakeru, seorang remaja biasa yang sangat kikuk, mendapati dirinya terjebak dalam pusaran kejadian erotis yang membingungkan. Ia harus berjuang menavigasi setiap skenario liar yang muncul tiba-tiba, sembari berusaha tetap menjaga kewarasan di tengah kekacauan sistem dunia baru tersebut.
Hubungannya dengan Miyuki, teman masa kecil yang diam-diam ia sukai, menjadi semakin rumit karena intervensi sistem permainan ini. Setiap langkah yang diambil Kakeru memicu afeksi yang tidak wajar, memaksa mereka menghadapi dilema perasaan yang sangat emosional dan intens.
Kehadiran Rina, siswi populer yang dingin, semakin menambah bumbu drama saat ia tiba-tiba menjadi sangat posesif akibat skrip permainan yang tak masuk akal. Persaingan kasih sayang yang terjadi di antara mereka menciptakan konflik batin yang sangat menguji kesetiaan serta prinsip hidup.
Apakah mereka mampu memutus rantai simulasi ini atau justru terjebak selamanya dalam hasrat dunia yang terdistorsi? Pertarungan untuk mempertahankan identitas diri di balik topeng karakter fiksi menjadi inti utama dari perjuangan mereka yang penuh dengan godaan dan emosi yang membara.
Sekolah elit Oppai Gakuen punya tradisi unik dalam bidang marching band. Namun, klub ini terancam dibubarkan karena reputasinya yang anjlok akibat kurangnya kekompakan. Harapan terakhir jatuh pada sebuah kelompok siswi yang harus berjuang meraih juara nasional.
Pemimpin klub yang ambisius, Aiko, mencoba menyatukan anggota yang beraneka ragam. Ia harus berhadapan dengan Rina, seorang pemain terompet perfeksionis yang sombong dan kerap mengkritik metode latihan santai yang diterapkan oleh sang ketua.
Ketegangan memuncak saat muncul saingan baru, Yumi, dari sekolah tetangga yang sangat teknis. Kehadiran siswi berbakat ini memaksa mereka memperbaiki sinkronisasi langkah dan melodi agar pertunjukan musik mereka tampil memukau serta penuh estetika tinggi.
Persahabatan mereka diuji oleh padatnya jadwal latihan intensif. Mika, anggota paling pemalu di grup, perlahan menemukan kepercayaan dirinya berkat dukungan tulus dari teman-temannya di tengah tekanan kompetisi yang kian hari terasa semakin berat dan melelahkan.
Apakah ambisi besar mereka mampu mengubah pandangan dunia terhadap klub ini? Harmoni nada dan kerja sama fisik menjadi kunci utama untuk membuktikan bahwa semangat serta dedikasi siswi-siswi ini bisa menaklukkan panggung besar meski dihantui oleh berbagai drama rumit.