Dunia penuh monster raksasa kini punya sentuhan romansa remaja yang sangat unik. Di balik hiruk-pikuk kehidupan sekolah, tersimpan rahasia aneh tentang makhluk purba yang muncul dari emosi meluap-luap. Ini adalah kisah tentang bagaimana perasaan cinta bisa meledak hebat.
Kuroe Akaishi adalah gadis penyendiri yang sering dianggap aneh oleh teman sekelasnya. Dia menyimpan rahasia besar: setiap kali merasa jatuh cinta atau cemas, tubuhnya berubah menjadi kaiju raksasa yang merusak segalanya. Hidupnya jadi super kacau karena hal ini.
Semuanya berubah saat cowok populer bernama Arata Minami hadir dalam hidupnya. Sang idola sekolah ini justru menunjukkan ketertarikan pada Kuroe. Ketegangan meningkat karena Kuroe harus berjuang keras menahan gejolak hatinya agar tidak berubah menjadi monster.
Konflik batin terus menguji Kuroe Akaishi saat dia mencoba menjalani hubungan normal layaknya gadis biasa. Di sisi lain, ancaman keberadaan monster menarik perhatian organisasi pemerintah yang ingin menyelidiki fenomena tak lazim tersebut demi keamanan kota.
Bisakah cinta mengalahkan insting monster yang destruktif ini? Pertarungan antara hasrat romantis dan kehancuran fisik menjadi inti cerita yang mendebarkan. Inilah perjalanan emosional penuh aksi untuk mencari jati diri di tengah kekacauan yang tak terduga.
Aksi satir nan kelam kembali memanas saat tirai kepalsuan para pahlawan mulai tersingkap lebar. Di dunia di mana invasi monster hanyalah sandiwara mingguan, kehancuran tatanan sosial kini memicu kekacauan besar yang memaksa semua pihak untuk segera menentukan posisi mereka.
Duster F terus bergerak dalam bayang-bayang untuk meruntuhkan organisasi Dragon Keeper dari dalam. Perjuangan sang prajurit rendahan ini semakin berat karena ia harus terus menyembunyikan identitas aslinya sambil memanipulasi berbagai aliansi yang sangat rapuh.
Kehadiran Hibiki Sakurama menjadi kunci krusial dalam dinamika penuh pengkhianatan ini. Hubungan rumit mereka yang didasari oleh agenda tersembunyi menciptakan ketegangan psikologis intens, memaksa keduanya terus beradu strategi demi bertahan hidup di medan laga.
Sementara itu, Red Keeper kian menunjukkan sisi otoriter yang mengancam stabilitas dunia. Tekanan yang diberikan oleh pemimpin arogan ini memicu perlawanan dari berbagai sudut, menjadikan konflik internal sebagai bom waktu yang siap meledak kapan saja dengan brutal.
Pertaruhan nyawa kini mencapai puncaknya saat garis batas antara pahlawan sejati dan penjahat semakin kabur. Apakah revolusi ini akan membawa keadilan, atau justru menjerumuskan umat manusia ke dalam kehancuran total di tengah arena pertarungan yang penuh tipu daya?