Dunia ini terasa sangat berisik dan penuh tekanan bagi jiwa yang lelah. Genre slice-of-life dengan bumbu fantasi ini menyoroti kehidupan urban yang menyesakkan. Di tengah hiruk-pikuk kota, ada keinginan terpendam untuk melepaskan segala beban tanggung jawab manusia.
Sosok Tamagawa adalah pemuda biasa yang mendambakan kedamaian hidup seekor kucing. Ia merasa dunia manusia terlalu menuntut dan dingin. Setiap hari ia menatap langit, berharap suatu keajaiban akan mengubah bentuk tubuhnya menjadi makhluk berbulu nan lucu.
Pertemuannya dengan Mio, seorang gadis penyendiri yang diam-diam memelihara kucing liar, mengubah segalanya. Mio mampu melihat kegelisahan mendalam di mata pemuda itu. Mereka pun menjalin ikatan unik yang canggung, namun hangat di tengah kesepian yang nyata.
Konflik batin mulai memuncak saat identitas asli mulai kabur. Keinginan untuk menjadi kucing bukan sekadar fantasi, melainkan pelarian dari trauma masa lalu. Apakah ia akan terus bersembunyi di balik topeng, atau akhirnya berani menghadapi dunia dengan tulus?
Tema tentang jati diri dan penerimaan diri menjadi inti cerita ini. Bagaimana seseorang bisa mencintai dunianya jika ia sendiri takut untuk menjadi manusia? Petualangan emosional ini mengajak penonton merenungi makna kebahagiaan yang sesungguhnya di masa sulit.